Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video 10 Tahun Warga Karangsari Kendal Terendam Rob Tiap Tahun

Sebulan lebih warga di Desa Karangsari dan Bandengan Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal tak bisa tertidur lelap setiap malam

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Berikut ini video 10 Tahun Warga Karangsari Kendal Terendam Rob Tiap Tahun.

Sebulan lebih warga di Desa Karangsari dan Bandengan Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal tak bisa tertidur lelap setiap malam.


Rumah yang dulunya nyaman, mulai tergenang banjir rob sejak 10 tahun terakhir tiap tahunnya. Kini warga tak bisa berbuat banyak dan hanya mengandalkan uluran tangan pemerintah.


Warga RT 1 Desa Karangsari, Warsiti mengatakan dirinya enggan pindah rumah ke kawasan lain. Dia yang hidup di Karangsari sejak kecil, telah menggantungkan hidupnya dari laut.


"Saya sudah sejak kecil hidup di sini, tapi untuk rob mulai 10 tahunan belakang," katanya ditemui di kediamannya, Selasa (27/5/2025).

Menurut Warsiti, rob besar mulai melanda sejak tahun kemarin. Rob ini menjadi peristiwa paling parah yang pernah ia alami.


Bahkan, ia dan keluarganya terpaksa tidur di dalam kapal yang bersandar persis di depan rumahnya.


"Paling parah tahun ini, halaman rumah saya sampai tidak terlihat. Padahal sudah ditinggikan 1 meter,"


"Ini kalau malam saya tidurnya di dalam kapal depan ini, karena sore air sudah sangat tinggi." ungkapnya.


Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Kendal bisa bergerak cepat untuk mengatasi rob agar tidak semakin parah di tahun-tahun mendatang.


"Kemarin dari Ibu Bupati sudah memberi bantuan berupa dapur umum. Harapannya semoga segera ditindaklanjuti untuk perbaikan infrastrukturnya," tuturnya.


Warga lain, Riska menuturkan rob mulai naik ke permukimannya mulai pukul 09:00 WIB. Ketinggian air akan bertambah ketika memasuki pukul 12:00 WIB.


"Pagi sudah naik, dan siang ini biasanya tambah naik airnya," paparnya.


Terpisah, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan banjir rob merupakan fenomena alam yang sulit ditangani. Bahkan, membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk penanganannya.


"Yang penanganan rob di Demak saja butuh biaya Rp 10,7 Triliun, sedangkan APBD Kendal sendiri cuma Rp 2,6 Triliun," ungkapnya.


Bupati yang akrab disapa Tika menambahkan, pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan tanggul laut ke Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat rapat koordinasi penanganan bencana.


"Insyaallah semoga tahun depan untuk yang Kendal sudah bisa dilakukan penanganan, dari kami Pemkab Kendal dan Pak Gubernur juga sudah memperjuangkan untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN)," tandasnya. (ags)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved