Berita Banyumas
Banyumas Hari Ini, Wanita Tewas Mulut Berbusa hingga Maling Kambing Kurban Babak Belur Dihajar Warga
Suasana pagi di Jalan Ahmad Yani Gang BP 4, tepatnya di belakang Rumah Sakit Paru, Kelurahan Sokanegara
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Suasana pagi di Jalan Ahmad Yani Gang BP 4, tepatnya di belakang Rumah Sakit Paru, Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, mendadak gempar setelah warga menemukan mayat seorang wanita tanpa identitas, Senin (2/6/2025).
Penemuan jenazah tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.
Sosok mayat pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Pujiono (53), yang saat itu tengah membuka gerbang rumahnya. Ia mengaku terkejut melihat tubuh perempuan tergeletak tak bergerak di sekitar area gang.
Setelah menyadari bahwa tubuh tersebut tak bereaksi, Pujiono segera melapor kepada ketua RT dan aparat keamanan lingkungan.
Tak berselang lama, warga sekitar berdatangan, membuat suasana lokasi menjadi ramai.
Korban ditemukan tanpa alas kaki, mengenakan hoodie berwarna hitam dan celana jeans panjang.
Tak ditemukan kartu identitas apa pun di tubuhnya, hanya sebuah korek api yang berada di dekat jasad.
"Saya lihat ada orang tergelatak di pinggir jalan depan rumah.
Awalnya saya kira laki-laki, saya panggil ‘Mas’, tapi tidak menyahut.
Saya lihat dari mulut dan hidungnya keluar busa," ujar Pujiono saat ditemui Tribunbanyumas.com di TKP.
Rambutnya dicat kemerahan, dan mulutnya tampak berbusa.
Tidak tampak ada luka fisik di tubuh korban.
"Biasanya memang sering ada motor lewat, tapi nggak ada yang mencurigakan sebelumnya.
Hanya suara kendaraan saja," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Banyumas, Kompol Andryansah Rithas Hasibuan, membenarkan adanya penemuan jasad seorang wanita tersebut.
"Benar, ada penemuan orang meninggal dunia di wilayah Purwokerto Timur, dan sekarang sedang dalam penyelidikan. Korban sudah dibawa ke RSUD Margono untuk divisum," jelas Andryansah.
Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
Namun dugaan sementara, korban meninggal dunia pada malam hari sebelum ditemukan warga.
"Kita belum tahu ini akibat overdosis atau hal lainnya.
Takutnya kan bukan pembunuhan. Semua masih kami dalami," terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui.
Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait ciri-ciri korban agar segera menghubungi Polresta Banyumas.
Di sisi lain, komplotan pencuri spesialis ternak di Kabupaten Banyumas terbongkar.
Dua pelaku berhasil ditangkap warga saat beraksi di Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, Sabtu (31/5/2025) malam.
Pelaku yang tertangkap yakni Yul (25) dan Afp (18), warga Desa Banteran, Kecamatan Sumbang.

Salah satu pelaku bahkan sempat dihajar massa hingga babak belur sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.
Plt Kapolsek Baturraden, Iptu Mufied Bayu Aji mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Kronologi penangkapan bermula saat korban bernama Narsim (56) memergoki dua orang tak dikenal sedang memasukkan seekor kambing jenis domba ke dalam karung putih di kandang belakang rumahnya.
Ia didampingi oleh seorang remaja bernama Reval (16).
"Begitu diteriaki maling, kedua pelaku langsung kabur ke arah kebun rumput gajah.
Warga kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap satu pelaku berinisial Yul beserta sepeda motor Honda Beat berpelat nomor R-4775-MR," ujar Iptu Mufied dalam laporannya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/6/2025).
Warga yang emosi sempat menghakimi Yul hingga mengalami luka lebam di bagian wajah.
Petugas yang datang segera mengamankan pelaku dan membawanya ke Dokes Polresta Banyumas untuk menjalani perawatan medis.
Sementara itu, pelaku kedua, Afp, ditangkap beberapa jam kemudian oleh warga sekitar pukul 22.15 WIB, tak jauh dari lokasi kejadian.
Ia langsung diserahkan ke Polsek Baturraden untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui kedua pelaku merupakan bagian dari komplotan pencuri kambing yang telah beraksi di sedikitnya 20 lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Banyumas.
Pengakuan dari pelaku Afp menyebutkan, mereka telah melakukan pencurian kambing di tujuh lokasi wilayah Baturraden, seperti Desa Kemutug Kidul, Kemutug Lor, Karangsalam, dan Kutosari.
Mereka juga pernah beraksi di wilayah Kecamatan Kedungbanteng, Sumbang, Karanglewas, Cilongok, hingga Jatilawang,” terang Iptu Mufied.
Dalam penangkapan ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain tiga ekor kambing hasil curian, satu unit motor Honda Beat warna hitam-putih, seutas tali putih, serta karung putih yang digunakan untuk membawa kambing.
"Kami masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat.
Tidak menutup kemungkinan komplotan ini merupakan bagian dari jaringan pencurian ternak yang lebih luas," ucapnya.
Sementara itu di lokasi berbeda, dua pemuda tewas tenggelam di saluran irigasi Bendung Gerak Serayu, Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/6/2025) petang.
Tragedi ini terjadi saat salah satu korban mencoba menolong temannya yang terlebih dahulu terjatuh ke saluran irigasi.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya menerima laporan dari Polsek Kebasen sekitar pukul 17.00 WIB.
"Awalnya satu orang terpeleset dan jatuh ke saluran irigasi saat duduk sambil minum di pinggir saluran.
Satu orang lainnya berusaha menolong, tetapi justru ikut tenggelam," ujar Abdullah dalam keterangannya, kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (1/6/2025) malam.
Adapun identitas kedua korban yaitu:
1. Ratno (25), warga Binangun Wanasapi, Banyumas.
2. Deni (20), warga Majegan Kaliwedi, Kebasen.
Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Cilacap, Polsek Kebasen, dan warga setempat melakukan pencarian sejak laporan diterima.
Sekitar pukul 19.20 WIB, kedua korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke Puskesmas Kebasen untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan diketemukannya kedua korban, maka operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden tenggelam di saluran irigasi yang minim pengamanan.
Warga diimbau lebih berhati-hati saat berada di sekitar aliran irigasi, terlebih saat musim kemarau yang menyebabkan air tampak tenang namun tetap berarus kuat.(jti)
Wayang dari Limbah Kertas Semen, Inovasi Dosen Amikom Purwokerto Gaungkan Tradisi Ramah Lingkungan |
![]() |
---|
Polresta Banyumas dan PWI Tanam Pohon di Kalipagu, Dorong Gerakan Sedekah Oksigen |
![]() |
---|
Cuaca Masih Labil, Warga Banyumas Diminta Waspada Hujan Sedang-Lebat hingga Akhir Agustus |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Profesor, Unsoed Telah Rekomendasikan Sanksi ke Kemdiktisaintek |
![]() |
---|
Sudah Dibuka Sejak Sabtu, Segini Tarif Parkir Resmi di Kolam Retensi Purwokerto |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.