Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Tradisi Guyangan Tandai Dimulainya Prosesi Grebeg Besar Demak 2025

Menyambut Grebeg Besar Demak yang akan digelar pada Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Raya Iduladha

Penulis: faisal affan | Editor: Catur waskito Edy
dok. Kominfo Demak
Endah Cahyarini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak menyerahkan potongan tumpeng kepada Parogo Guyangan Ki Ahmad Widodo, Selasa (3/6/2025). (dok. Kominfo Demak) 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Menyambut Grebeg Besar Demak yang akan digelar pada Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, masyarakat Demak kembali melaksanakan Tradisi Guyangan, sebuah ritual sakral yang menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan budaya ini.

Tradisi Guyangan merupakan prosesi pembersihan spiritual terhadap Kereta Kencana yang akan dinaiki oleh Bupati dan Wakil Bupati Demak dalam iring-iringan Prajurit Patang Puluhan. Iring-iringan ini akan membawa perlengkapan ubo rampe pencucian pusaka peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga, salah satu agenda utama dalam Grebeg Besar.

Pembersihan juga dilakukan terhadap Kereta Lurah Tamtomo, serta senjata dan perlengkapan prajurit seperti keris, tombak, pedang, hingga gong yang akan ditabuh selama prosesi berlangsung. Seluruh kegiatan ini digelar di halaman Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Demak pada Selasa, 3 Juni 2025.

Prosesi Guyangan dipimpin oleh Parogo Guyangan Ki Ahmad Widodo, dimulai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur. Setelah itu dilakukan serah tinampi uborampe yakni penyerahan perlengkapan ritual beserta potongan tumpeng kepada Parogo Guyangan.

“Ritual Guyangan adalah bentuk nyata implementasi kearifan lokal yang tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan dan spiritual, tetapi juga menjadi warisan penting yang harus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Endah Cahyarini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak (Dinparta).

Endah menegaskan, seluruh rangkaian Grebeg Besar, termasuk Tradisi Guyangan, memiliki nilai budaya yang tinggi dan dapat menjadi daya tarik wisata. Selain sebagai wujud syukur atas rahmat Tuhan, ritual ini menjadi doa bersama untuk kelancaran seluruh agenda Grebeg Besar.

“Ritual ini juga menjadi doa bersama agar seluruh prosesi Grebeg Besar dapat berjalan lancar dan selamat tanpa hambatan,” tutup Endah.(afn)

Baca juga: Tiga Hari Jelang Iduladha, Stok Hewan Kurban di Demak Cukup dan Dipastikan Bebas PMK

Baca juga: Bupati Jepara Mas Wiwit Terkesima Warga Lebak Berhasil Manfaatkan Limbah Batok Kelapa Jadi Lukisan

Baca juga: Ormas Kudus Tidak Boleh Terlibat Aksi Radikalisme dan Premanisme

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved