Kecelakaan di Tol Pemalang
BREAKING NEWS: Kecelakaan Mobil di Tol Pemalang Jawa Tengah Malam Ini, Kondisi Sampai Terbalik
Kecelakaan mobil terjadi di Tol Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2025). Berdasarkan video yang beredar, sebuah mobil putih tampak posisi terbalik
TRIBUNJATENG.COM - Kecelakaan mobil terjadi di Tol Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2025).
Berdasarkan video yang beredar, sebuah mobil putih tampak dalam posisi terbalik.
Kejadian kecelakaan di Tol Pemalang itu terjadi pukul 19.00.
Tampak di dalam video petugas melakukan perawatan seorang yang terbaring di jalan tol.
Belum diketahui kronologi dan korban akibat kecelakaan itu.
Baca juga: Brio Terbalik di Jalan Kyai Saleh Semarang, Sopir Teriak Minta Tolong Sambil Gedor Kaca Jendela

Update:
Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang pada Rabu (4/6/2025) malam.
Insiden tragis ini melibatkan dua kendaraan, yakni Daihatsu Terios dan truk Hino bermuatan tebu, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, serta dua lainnya mengalami luka-luka.
Manajer Teknik dan Operasi PT PBTR Yulian Fundra Kurnianto saat dihubungi Tribunjateng.com, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Betul ada kecelakaan di tol, tepatnya di KM 320+500 jalur B arah Jakarta, pukul 18.10 WIB atau tepatnya di wilayah Ampelgading, Kabupaten Pemalang," kata Manajer Teknik dan Operasi PT PBTR Yulian Fundra Kurnianto.
Menurutnya, kronologi kejadian saat itu Daihatsu Terios bernopol B 1347 WYS yang dikemudikan oleh Herry Prasetiyo (45), seorang karyawan swasta asal Depok, melaju dari arah Semarang menuju Jakarta di lajur dua dengan kecepatan tinggi.
Saat mencoba mendahului kendaraan lain melalui lajur satu, Terios menabrak truk Hino bernopol D 9136 AF yang sedang melaju dengan kecepatan sedang di lajur tersebut.
"Diduga pengemudi mobil Terios kurang mengantisipasi jarak aman saat bermanuver. Akibat benturan keras, kendaraan Terios terguling dan mengalami kerusakan berat, sementara truk Hino mengalami kerusakan ringan di bagian belakang."
"Truk sempat meninggalkan tempat kejadian, namun berhasil diamankan petugas di Gerbang Tol Pemalang," ujarnya.
Kecelakaan ini menelan satu korban jiwa yang berinisial SK (40), yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua korban lain, RSR (15) dan RJK (6), mengalami luka-luka dan langsung dirujuk ke RSI Al-Ikhlas Pemalang.
RSR mengalami cedera kepala berat dan kini menjalani perawatan medis, sedangkan RJK mengalami luka ringan dan mendapat perawatan jalan.
"Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian pengemudi Terios dalam menjaga jarak aman dan tidak memperhitungkan situasi lalu lintas saat mencoba berpindah lajur," ujarnya.
Aan panggilan akrabnya mengungkapkan, pada saat kejadian kondisi jalan dalam keadaan baik, cuaca cerah, serta arus lalu lintas lancar. Lokasi kecelakaan berada di jalan lurus menanjak dengan perkerasan aspal.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan, dan memastikan jarak aman antar kendaraan guna menghindari kecelakaan serupa," tambahnya.
Kecelakaan Salatiga
Kecelakaan juga sering terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, terutama simpang empat Salib Putih kini menjadi momok pengendara.
Mereka takut dan ngeri saat melintas karena sejumlah alasan.
Jalan yang menghubungkan mobilitasnya dari rumahnya menuju ke Ungaran atau Kota Semarang itu kini lekat dengan bayang-bayang kecelakaan.
Bahkan pernah, dua kecelakaan terjadi hanya berselang kurang dari dua jam.
Hanes Mufti (28), warga Plumbon, Suruh, Kabupaten Semarang mengungkapkan kengeriannya setiap kali mengendarai motor JLS.
“Setiap hari saya lewat situ, tapi di sana itu agak menyeramkan karena kendaraan berat sering kecelakaan akibat rem blong.
Saya takut kendaraan meluncur tak terkendali dan menabrak pengendara lain,” kata Hanes kepada Tribun Jateng, Selasa (3/6/2025).
Pernyataan Hanes mencerminkan keresahan sebagian pengguna jalan yang melewati jalur turunan tajam Simpang Salib Putih.
Dengan medan curam, kabut tebal saat pagi dan malam, serta lalu lintas kendaraan berat, jalur ini seringkali menjadi momok.
“Lampu motor saya sudah terang, tapi tetap nggak bisa tembus kabut dan anginnya cukup kencang.
Harapan saya sih ada flyover atau underpass, supaya yang dari Kopeng tidak bersimpangan dengan kendaraan dari JLS,” imbuh dia.
Tiga Kecelakaan dalam Sepekan
Kekhawatiran Hanes tersebut bukan tanpa dasar.
Dalam sepekan terakhir, JLS Salatiga mencatat tiga kecelakaan lalu lintas, dua di antaranya terjadi hanya dalam selang kurang dari dua jam pada Sabtu (31/5/2025).
Semua penyebab kecelakaan tersebut diduga rem blong seusai kendaraan menuruni turunan panjang.
Kecelakaan pertama terjadi pukul 08.00 WIB, saat truk tangki Fuso dari arah Solo menuju Semarang menabrak truk dan empat sepeda motor.
Sekitar pukul 09.30 WIB, sebuah bus pariwisata dari Pasuruan kehilangan kendali dan memilih keluar jalur, masuk ke kebun untuk menghindari.
Sementara itu, pada Senin (2/6/2025) sore, kecelakaan kembali terjadi.
Sebuah truk dari arah Kopeng mengalami rem blong dan menabrak sepeda motor yang sedang parkir.
Polisi Akui Simpang Salib Putih Rawan Kecelakaan
Kasatlantas Polres Salatiga, AKP Darmin mengakui bahwa Simpang Salib Putih terbilang titik rawan kecelakaan, khususnya dari arah Kopeng yang memiliki turunan panjang lebih dari satu kilometer.
“Selama saya menjabat, sudah ada tiga kejadian besar, dua bus dan satu truk rem blong.
Jalur ini memang berpotensi bahaya, terutama untuk pengemudi yang belum paham medan,” kata Darmin.
Dia menambahkan, rambu peringatan dari arah Tingkir sudah cukup banyak, namun dari arah Kopeng perlu perhatian lebih.
Untuk itu, Satlantas akan memasang water barrier baru, lampu peringatan, dan papan MMT berisi imbauan.
“Kami tetap mempertahankan rekayasa lalu lintas tanpa lampu merah agar arus tetap mengalir.
Kendaraan dari Kopeng tidak bisa langsung ke Salatiga, harus putar balik lewat JLS,” tegas dia.
Dishub: Masih Terkendala Lahan untuk Bangun U-Turn
Dari sisi perencanaan infrastruktur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Sri Satuti mengatakan bahwa pemerintah sudah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Dishub Provinsi Jateng, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Detail Engineering Design (DED) untuk dua titik putar balik sudah disusun oleh KNKT.
Tapi implementasinya masih terkendala luas lahan,” jelas Satuti.
Dia menyebut, kendaraan dari arah Kopeng akan langsung diarahkan belok kiri dengan lebih landai.
Tempat putar balik disiapkan lebih besar agar aman bagi kendaraan besar.
“Kami tidak bisa memantau kelayakan teknis semua kendaraan karena sebagian berasal dari luar kota, seperti Jawa Timur.
Tapi kami akan gencarkan sosialisasi uji KIR dan imbauan untuk sopir agar lebih sadar kondisi kendaraan dan medan,” pungkas dia.
Jalan Tanjakan Kalipancur Kota Semarang Rusak Parah Pengendara Jalan Waswas Melintas
Di Semarang, jalan tanjakan Kalipancur, salah satu jalur utama penghubung antara Gunung Pati dan Kota Semarang, rusak parah, Kamis (29/5/2025).
Pantauan di lapangan terlihat kerusakan jalan ini berupa retakan yang cukup lebar dan sedikit amblas di sisi kiri jalan.
Meskipun belum terjadi longsor, kondisi jalan ini sangat memprihatinkan dan membuat pengendara waswas.
Kerusakan jalan tanjakan Kalipancur ini diduga disebabkan oleh kurangnya pemadatan tanah dan material jalan.
Hal ini menyebabkan jalan menjadi tidak stabil dan rentan terhadap kerusakan. Retakan yang cukup lebar dan amblasnya sisi kiri jalan membuat pengendara harus berhati-hati saat melintas.
Kerusakan jalan tanjakan Kalipancur ini berdampak signifikan terhadap pengendara yang melintas.
Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antara Gunung Pati dan Kota Semarang, sehingga banyak pengendara yang menggunakan jalan ini setiap hari. Kerusakan jalan ini membuat pengendara harus mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas.
Berdasarkan informasi di lapangan, kerusakan jalan tanjakan Kalipancur ini bukan pertama kali terjadi. Jalan ini sering mengalami kerusakan, terutama setelah musim hujan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perawatan dan pemeliharaan jalan.
Masyarakat meminta pemerintah untuk segera memperbaiki jalan tanjakan Kalipancur.
Mereka berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan yang menyeluruh dan memastikan jalan ini aman untuk dilalui.
Sementara itu, pengendara diminta untuk berhati-hati saat melintas di jalan tanjakan Kalipancur.
Mereka harus mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan untuk menghindari kecelakaan.
Seorang pengendara jalan, Endra Sulistiawan mengaku was-was saat melintasi tanjakan kali pancur.
Ia yang sering melawati jalan tersebut berharal kerusakan jalan tanjakan Kalipancur harus segera diperbaiki untuk memastikan keselamatan pengendara.
"Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan ini dan mencegah kerusakan serupa terjadi di masa depan," katanya.
Menurutnya, perbaikan jalan tanjakan Kalipancur ini memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang matang.
Pemerintah harus memastikan bahwa perbaikan jalan ini dilakukan dengan menggunakan material yang berkualitas dan sesuai dengan standar keamanan.
Masyarakat mengharapkan perbaikan jalan tanjakan Kalipancur dapat dilakukan secepatnya. Mereka berharap pemerintah dapat memenuhi harapan mereka dan memastikan jalan ini aman untuk dilalui. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.