Berita Internasional
Ribuan Pekerja di Petronas Akan di PHK, Ini Penyebabnya
Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK turut terjadi di sebuah perusahaan besar Malaysia. Petronas, diketahui akan memangkas sekitar 10
Penulis: Alifia | Editor: galih permadi
Ribuan Pekerja di Petronas Akan di PHK, Ini Penyebabnya
TRIBUNJATENG.COM- Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK turut terjadi di sebuah perusahaan besar Malaysia.
Petronas, diketahui akan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi besar untuk mengurangi biaya di tengah merosotnya harga minyak mentah.
Dilansir dari berita keuangan Bloomberg arga minyak mentah mengalami kemerosotan harga yang memperngaruhi stabilitas perusahaan.
Baca juga: Raffi Ahmad Beli Ratusan Ekor Hewan untuk Dikurbankan, Berikut Rinciannya
Baca juga: Jared Leto Dituding Predator Seks, Sejumlah Korban Angkat Bicara Ungkap Pengalamannya
Baca juga: Verrel Bramasta Diserbu Fans, Dicium hingga Dipeluk Brutal, Polisi Singapura Turun Tangan
Baca juga: Charly Van Houten Tulis Unggahan Terbaru, Bebas Bawakan Lagunya Tanpa Bayar Royalti: Daripada Mumet
Sementara itu, dikutip dari Malay Mail pada Senin (9/6/2025) perusahaan minyak dan gas milik Malaysia itu diketahui akan memangkas lebih dari 5.000 pekerjanya.
"Perusahaan minyak dan gas milik Malaysia itu berencana akan melakukan pemangkasan sebanyak lebih dari 5.000 pekerja," ungkap CEO Tan Sri Tengku Muhammad Taufik Aziz dikutip dari Malay Mail pada Senin (9/6/2025).
Terkait pemutusan hubungan kerja atau PHK ini akan diinformasikan secara bertahap hingga tahun depan.
"Semua yang terdampak akan diinformasikan secara bertahap hingga tahun depan," katanya.
Ia juga menambahkan jika Petronas juga akan melakukan pembekuan yang berkaitan dengan semua perekrutan hingga promosi sampai Semeber tahun 2026 mendatang.
"Margin menyusut, ladang minyak makin kecil. Akan sulit untuk memenuhi target dividen dengan harga minyak saat ini," imbuhnya.
Petronas sendiri telah berkontribusi sebesar 10 persen dari pendapatan Malaysia di tahun 2024 melalui dividen dan pajak.
Selaku CEO, Tengku Taufik mengungkap jika harga minyak Brent sekitar 75 US dolar hingga 80 US dolar per barel.
Namun, dilansir dari Bloomberg, patokan global saat ini berkisar 65 US dolar.
Penurunan harga minyak yang bisa dikatakan telah merosot tajam sebesar 13 persen karena adanya ketegangan perdagangan yang membebani pertumbuhan global.
Selain itu OPEC sendiri telah meningkatkan jumlah produksinya.
Pendapatan bersih Petronas tahun 2025 ini mengalami penurunan sebesar 32 persen setelah sebelulmnya pada tahun 2023 ke tahun 2024 sudah mengalami penurunan sebesar 21 persen.
(*)
Berita Internasional
Menara Petronas
Petronas PHK Ribuan Pegawainya
Alifia Yumna Amri
Alifia
Tribunjateng.com
| Kapal Tanker Arab Diserang Bajak Laut Somalia, Kapten dan ABK Indonesia Disandera Diancam Dieksekusi |
|
|---|
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pekerjaan_20180922_220524.jpg)