Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran?

Presiden Donald Trump memberikan kejutan dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat sudah "hampir menang".

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Instagram/ @donaldtrumpreal
Donald Trump, Instagram @donaldtrumpreal, 25 Januari 2025. Presiden Donald Trump memberikan kejutan dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat sudah "hampir menang" dan mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militernya terhadap Iran.  

Ringkasan Berita:
  • Presiden Donald Trump menyatakan niat untuk mengakhiri operasi militer besar di Iran karena merasa tujuan utama AS, termasuk penghancuran kemampuan militer lawan.
  • Trump menegaskan AS tidak lagi bersedia menjadi penjaga utama Selat Hormuz dan menuntut negara-negara pengguna jalur tersebut serta sekutu NATO untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan.
  • Meski mengklaim kemenangan dan menolak opsi gencatan senjata, situasi tetap tegang dengan laporan pengerahan ribuan Marinir AS ke kawasan.

 

TRIBUNJATENG.COM - Setelah tiga minggu ketegangan yang membara di Timur Tengah, Presiden Donald Trump memberikan kejutan dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat sudah "hampir menang" dan mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militernya terhadap Iran

Namun, di balik sinyal damai tersebut, Trump memberikan syarat keras: negara-negara lain harus pasang badan menjaga Selat Hormuz jika ingin aliran minyak mereka tetap aman.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (20/3/2026), sekaligus menjadi sinyal terkuat terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran.

Baca juga: Warga Iran Diduga Habisi Nyawa Istri Siri Jelang Lebaran, Diduga Motif Ekonomi dan Asmara

Namun, ia menegaskan pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara lain yang juga bergantung pada jalur tersebut.

Sinyal penghentian operasi militer

Trump menyebut Amerika Serikat semakin dekat dengan tujuan utama dalam konflik melawan Iran atau perang di Timur Tengah.

 Ia mengungkapkan hal itu melalui platform Truth Social miliknya.

“Kita semakin dekat untuk mencapai tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah,” tulis Trump.

Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan Selat Hormuz masih efektif tertutup dan ribuan Marinir AS dilaporkan sedang menuju kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz jadi sorotan utama

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak seharusnya menjadi pihak utama yang menjaga Selat Hormuz.

Ia meminta negara-negara lain yang menggunakan jalur tersebut untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.

“Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi oleh negara-negara lain yang menggunakannya, Amerika Serikat tidak,” ujar Trump, dikutip dari AFP pada Sabtu (21/3/2026).

Sebelumnya, ia juga mengkritik sekutu NATO karena tidak memenuhi seruannya untuk mengamankan jalur minyak strategis tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved