Berita Internasional
Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran?
Presiden Donald Trump memberikan kejutan dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat sudah "hampir menang".
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Presiden Donald Trump menyatakan niat untuk mengakhiri operasi militer besar di Iran karena merasa tujuan utama AS, termasuk penghancuran kemampuan militer lawan.
- Trump menegaskan AS tidak lagi bersedia menjadi penjaga utama Selat Hormuz dan menuntut negara-negara pengguna jalur tersebut serta sekutu NATO untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan.
- Meski mengklaim kemenangan dan menolak opsi gencatan senjata, situasi tetap tegang dengan laporan pengerahan ribuan Marinir AS ke kawasan.
TRIBUNJATENG.COM - Setelah tiga minggu ketegangan yang membara di Timur Tengah, Presiden Donald Trump memberikan kejutan dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat sudah "hampir menang" dan mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militernya terhadap Iran.
Namun, di balik sinyal damai tersebut, Trump memberikan syarat keras: negara-negara lain harus pasang badan menjaga Selat Hormuz jika ingin aliran minyak mereka tetap aman.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (20/3/2026), sekaligus menjadi sinyal terkuat terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran.
Baca juga: Warga Iran Diduga Habisi Nyawa Istri Siri Jelang Lebaran, Diduga Motif Ekonomi dan Asmara
Namun, ia menegaskan pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara lain yang juga bergantung pada jalur tersebut.
Sinyal penghentian operasi militer
Trump menyebut Amerika Serikat semakin dekat dengan tujuan utama dalam konflik melawan Iran atau perang di Timur Tengah.
Ia mengungkapkan hal itu melalui platform Truth Social miliknya.
“Kita semakin dekat untuk mencapai tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah,” tulis Trump.
Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan Selat Hormuz masih efektif tertutup dan ribuan Marinir AS dilaporkan sedang menuju kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz jadi sorotan utama
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak seharusnya menjadi pihak utama yang menjaga Selat Hormuz.
Ia meminta negara-negara lain yang menggunakan jalur tersebut untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.
“Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi oleh negara-negara lain yang menggunakannya, Amerika Serikat tidak,” ujar Trump, dikutip dari AFP pada Sabtu (21/3/2026).
Sebelumnya, ia juga mengkritik sekutu NATO karena tidak memenuhi seruannya untuk mengamankan jalur minyak strategis tersebut.
| Kapal Tanker Arab Diserang Bajak Laut Somalia, Kapten dan ABK Indonesia Disandera Diancam Dieksekusi |
|
|---|
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Spekulasi Pidato Netanyahu Punya "6 Jari": Benarkah PM Israel Gunakan AI untuk Tutupi Kematian? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Donald-Trump-Instagram-donaldtrumpreal-25-Januari-2025.jpg)