Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Seorang Mahasiswi Lolos dari Maut karena Terlambat Naik Pesawat Air India

Seorang mahasiswi India lolos dari maut setelah terlambat naik pesawat tersebut.

Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
(X/@PandeyPande1965)
PESAWAT JATUH: Tangkapan layar video pesawat Air India jatuh di Ahmedabad, India Barat, Kamis (12/6/2025). Seorang mahasiswi India lolos dari maut setelah terlambat naik pesawat tersebut. (X/@PandeyPande1965) 

TRIBUNJATENG.COM, AHMEDABAD - Pesawat Air India tujuan London Gatwick, Inggris, mengalami kecelakaan.

 Sebanyak 200-an orang tewas.

Seorang mahasiswi India lolos dari maut setelah terlambat naik pesawat tersebut.

Baca juga: Beredar Video CCTV Detik-detik Pesawat Air India 171 Jatuh, Klik di Sini

Bhoomi Chauhan (28), mahasiswa administrasi bisnis yang tinggal di Bristol, Inggris, bersama suaminya, semula dijadwalkan kembali ke Inggris dari liburannya di India barat menggunakan pesawat Air India 171 pada Kamis (12/6/2025) siang.

Namun, kemacetan lalu lintas di Ahmedabad membuat perjalanan mobilnya ke bandara tertunda.

Akibatnya, ia tiba sekitar pukul 12.20 waktu setempat, atau 10 menit setelah proses boarding dimulai.

Meski sudah mobile check-in dan memiliki boarding pass untuk kursi ekonomi 36G, ia tetap ditolak masuk ke pesawat oleh staf maskapai.

"Kami sangat marah kepada sopir kami dan meninggalkan bandara dengan frustrasi," kata Chauhan kepada BBC Gujarati

"Saya sangat kecewa."

Setelah keluar dari bandara, Chauhan sempat berhenti di kedai teh dan berdiskusi dengan agen perjalanan soal kemungkinan pengembalian dana tiket.

Di saat itulah, ia menerima kabar mengejutkan.

"Di sana saya mendapat telepon bahwa pesawat telah jatuh," ucapnya.

"Ini benar-benar keajaiban bagi saya."

Permohonan naik pesawat Air India tak dikabulkan

Chauhan, yang melakukan perjalanan darat sejauh lebih dari 200 kilometer dari kota Ankleshwar menuju Bandara Ahmedabad, menjelaskan bahwa ia sempat memohon kepada staf Air India untuk tetap diizinkan naik.

“Saya bilang saya hanya terlambat 10 menit dan penumpang terakhir. Mohon izinkan saya naik pesawat, tetapi mereka tetap menolak,” katanya.

Setelah pesawat lepas landas sesuai jadwal pada Kamis siang, hanya sekitar 30 detik setelah mengudara, pesawat itu kehilangan ketinggian dan jatuh di area permukiman.

Kecelakaan Air India menewaskan 241 penumpang dan 12 awak pesawat.

Selain itu, sedikitnya delapan orang di darat turut menjadi korban.

Seorang penumpang bernama Vishwashkumar Ramesh, warga negara Inggris, selamat dan kini dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Dalam pesawat itu juga terdapat penumpang berkewarganegaraan India, Portugal, dan Kanada.

Di antara 53 warga Inggris yang meninggal dunia, tercatat satu keluarga dari Gloucester, tiga anggota keluarga dari London, serta pasangan suami-istri yang mengelola pusat spiritual di ibu kota Inggris.

Hingga Jumat (13/6/2025) malam, tim darurat dan petugas penyelamat masih bekerja keras menyingkirkan puing-puing dan mencari penjelasan atas kecelakaan Air India jatuh.

Hanya 1 Selamat

Pesawat Air India jatuh di Ahmedabad pada Kamis (12/6/2025).

Hanya satu penumpang ditemukan selamat. 

Penumpang tersebut duduk di kursi nomor 11 A.

Penumpang itu bernama Vishwash Kumar Ramesh (40) dan kini menjalani perawatan di rumah sakit, sebagaimana dilansir Hindustan Times.

KORBAN AIR INDIA : Tangkapan layar dari X @I_amMukhtar pada Jumat 13 Juni 2025 -  Vishwash Kumar Ramesh , satu-satunya penumpang pesawat jatuhnya pesawat Air India, ia berjalan pincang menuju ambulans
KORBAN SELAMAT: Tangkapan layar dari X @I_amMukhtar pada Jumat 13 Juni 2025. Vishwash Kumar Ramesh, satu-satunya penumpang pesawat jatuhnya pesawat Air India, berjalan pincang menuju ambulans. (X @I_amMukhtar)

Meski dirawat, Ramesh dalam kondisi sadar dan mau menceritakan kejadian tragis yang menimpa pesawat tersebut.

Dia mengalami cedera di dada, mata, dan kakinya.

Ramesh menuturkan, 30 detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan kemudian pesawat jatuh.

"Semuanya terjadi begitu cepat," kata Ramesh kepada Hindustan Times.

"Ketika saya bangun, ada mayat-mayat di sekeliling saya. 

Saya takut.

Saya berdiri dan berlari," lanjutnya.  

Dalam video yang beredar di media sosial, Ramesh mengalami sejumlah luka dan berjalan-jalan dikerumuni warga.

Ramesh merupakan seorang warga negara Inggris dan telah tinggal di London selama 20 tahun bersama anak istrinya.

Dia berada di India selama beberapa hari untuk mengunjungi keluarganya dan kembali ke Inggris bersama saudaranya, Ajay Kumar Ramesh (45), menaiki pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India tersebut.

Dia mengatakan bahwa Ajay duduk di baris yang berbeda di pesawat.  

"Kami mengunjungi Diu.

Dia bepergian dengan saya dan saya tidak dapat menemukannya lagi.

Tolong bantu saya menemukannya," ujar Ramesh.

AIR INDIA - Foto denah tempat duduk pesawat Air India jenis Boeing 787 Dreamliner yang jatuh di Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025). Penumpang selamat, Viswash Kumar Ramesh duduk di kursi 11 A
DENAH TEMPAT DUDUK: Foto denah tempat duduk pesawat Air India jenis Boeing 787 Dreamliner yang jatuh di Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025). Penumpang selamat, Viswash Kumar Ramesh duduk di kursi 11 A. (IST)

Korban Air India jatuh

Diberitakan sebelumnya, polisi menuturkan seluruh orang di dalam pesawat Air India yang berjumlah 242 jiwa dinyatakan tewas.

Akan tetapi, dengan selamatnya Ramesh, jumlah korban tewas dari kecelakaan pesawat tersebut menjadi berubah.

Pesawat itu menuju Bandara Gatwick, Inggris.

Petugas kepolisian mengatakan pesawat itu jatuh di daerah permukiman dekat bandara, sebagaimana dilansir Reuters.

Saluran TV CNN News-18 India melaporkan, pesawat itu jatuh di atas ruang makan asrama kedokteran BJ Medical College yang dikelola negara.

Jatuhnya pesawat Air India juga menewaskan banyak mahasiswa kedokteran juga.

Sebagian pesawat tampak bertengger di atas bangunan.

Menurut sumber Reuters, penumpang pesawat itu terdiri dari 217 orang dewasa, 11 anak-anak, dan dua bayi.  

Dari jumlah tersebut, 169 warga negara India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Telat "Boarding" 10 Menit, Mahasiswi Selamat dari Kecelakaan Maut Air India"

Baca juga: "Ketika Saya Bangun, Ada Mayat-Mayat di Sekeliling Saya"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved