Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Karanganyar Ukir Sejarah, Raih Emas Pertama di Cabor Sepak Bola POPDA Jateng 2025

Sejarah tercipta dalam gelaran cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2025 tingkat SMA/sederajat. 

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: muh radlis
IST
POPDA JATENG - Kabupaten Karanganyar untuk pertama kalinya sukses meraih medali emas setelah menumbangkan tim kuat Kota Semarang pada partai final. Pertandingan final yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (19/6), 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sejarah tercipta dalam gelaran cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2025 tingkat SMA/sederajat. 


Kabupaten Karanganyar untuk pertama kalinya sukses meraih medali emas setelah menumbangkan tim kuat Kota Semarang pada partai final.

Pertandingan final yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (19/6), berlangsung sengit.

Karanganyar tampil percaya diri sejak awal laga dan langsung unggul cepat di babak pertama melalui gol Farel Amedio pada menit ke-9.

Keunggulan Karanganyar kemudian digandakan oleh Aditya Pasha yang mencetak gol kedua pada menit ke-32. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, membuat para pendukung Karanganyar bersorak penuh haru di tribune penonton.

Memasuki babak kedua, Kota Semarang mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas indah dari Merdeka Indra pada menit ke-70. Skor berubah menjadi 2-1 dan pertandingan semakin memanas.

Namun, pertahanan Karanganyar tampil solid dan disiplin.

Bek tengah Dafin Herdiana yang mengenakan nomor punggung 5 menjadi tembok kokoh di lini belakang dan beberapa kali menggagalkan peluang emas lawan hingga laga usai.

Pelatih Karanganyar, Dian Lara Febriyanto, mengaku kemenangan ini merupakan buah evaluasi dari kekalahan sebelumnya atas Kota Semarang di babak penyisihan grup dengan skor telak 1-4.

Kekalahan itu menjadi pelajaran berharga bagi timnya.

"Di babak penyisihan, anak-anak terlalu terburu-buru ingin menyerang. Kali ini kami ubah pendekatan.

Saya instruksikan untuk lebih sabar dalam menguasai bola dan bertahan dengan tenang," kata Dian.

Dian juga mengungkapkan bahwa strategi formasi 4-3-3 yang diterapkan di laga final sangat efektif untuk meredam agresivitas serangan Kota Semarang.

“Dengan formasi itu, kami bisa menutup ruang gerak mereka dan menyerang balik dengan efisien,” tambahnya.

Keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi sejarah sepak bola pelajar Kabupaten Karanganyar.

Untuk pertama kalinya, mereka berhasil menjadi juara di cabang sepak bola POPDA tingkat provinsi, menyingkirkan lawan-lawan berat sepanjang turnamen.

Tim Karanganyar pun pulang dengan kepala tegak membawa medali emas dan semangat baru untuk terus mengembangkan potensi atlet sepak bola muda mereka ke jenjang lebih tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved