Profil Polri
Profil Novel Baswedan Wakil Kepala Satgassus eks Kompol Lulusan Akpol 1998, Segini Harta LHKPN
Profil Novel Baswedan Wakil Kepala Satgassus eks Kompol Lulusan Akpol 1998, Segini Harta LHKPN
Penulis: non | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM - Novel Baswedan menjadi sorotan setelah menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal dengan air keras.
Pada subuh 11 April 2017, Novel disiram dengan air keras oleh orang tak dikenal di dekat kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Serangan tersebut terjadi di tengah upaya Novel menyelidiki kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik yang melibatkan anggota DPR serta oknum pemerintah, dan telah menjerat Ketua DPR Setya Novanto.
Akibat serangan dengan air keras tersebut, keesokan harinya Novel diterbangkan ke Singapura untuk menjalani operasi dan perawatan matanya.
Pada akhir Februari 2018 ia kembali ke Indonesia.
Serangan itu menyebabkan kebutaan permanen pada mata kirinya akibat air keras yang mengenai wajah.
Polri kemudian membentuk tim gabungan pencari fakta yang terdiri dari penyidik KPK, anggota kepolisian, Komnas HAM, serta akademisi pada Januari 2019 sebagai upaya penyelidikan serangan terhadap Novel.
Tim gabungan tersebut berjalan di bawah komando mantan Kapolri Tito Karnavian.
Setelah penyelidikan berjalan beberapa bulan tanpa perkembangan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada saat itu memberikan tenggat 1 bulan kepada Idham Azis untuk menyelesaikan kasus penyerangan Novel setelah pelantikannya sebagai Kapolri pada 1 November 2019.
Pada 26 Desember 2019, Polri menyatakan bahwa pelaku penyerangan Novel telah berhasil ditangkap.
Dua pelaku tersebut adalah Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, yang merupakan anggota aktif kepolisian.
Novel Baswedan menyatakan, kedua pelaku tersebut hanyalah orang suruhan, dan meminta kepolisian mengungkap dalang utama yang memerintahkan kedua pelaku tersebut.
Hingga saat ini, pelaku utama yang diduga menyuruh kedua anggota polisi aktif itu tidak terungkap.
Profil Novel Baswedan
Novel Baswedan merupakan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini jadi ASN di Mabes Polri.
Pria kelahiran Semarang pada 22 Juni 1977 itu merupakan lulusan akademi kepolisian (akpol) 1998.
Mabes Polri kemudian menugaskan Novel untuk bergabung dengan KPK pada2007.
Setelah 5 tahun menjadi anggota Polri yang bertugas sebagai penyidik di KPK, Novel memutuskan untuk pensiun dini dari Korps Bhayangkara.
Novel Baswedan mundur dari institusi kepolisian untuk fokus bekerja di KPK.
Novel menyebut, setelah diterima menjadi penyidik KPK, ada kendala saat menduduki dua jabatan secara bersamaan di Polri dan KPK.
Ia menjadi tidak bisa maksimal dalam melakukan penyidikan terhadap suatu kasus karena rawan diintervensi atasannya di Polri.
Untuk itu, Novel memutuskan berhenti menjadi anggota Polri dan memilih melanjutkan di KPK.
Kini Novel Baswedan punya jabatan Baru di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Karier Novel Baswedan
Kepolisian
Setelah lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1998, Novel mulai bertugas di Polres Bengkulu pada 1999.
Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu sejak 2004 hingga 2005.
Ia kemudian ditugaskan di Bareskrim Mabes Polri selama dua tahun, dan pada Januari 2007 ditugaskan sebagai penyidik untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Novel mengakhiri tugasnya di Polri dan kemudian menjadi penyidik tetap KPK sejak tahun 2014.
KPK
Novel memulai tugasnya di KPK sejak tahun 2007 ketika ia ditugaskan oleh Polri pada institusi tersebut.
Sejak saat itu, Novel berpartisipasi dalam penyelidikan berbagai kasus besar yang ditangani oleh KPK.
Novel turut serta dalam menyelidiki kasus suap yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin pada 2011.
Kemudian kasus korupsi Wisma Atlet terkait SEA Games 2011 yang menyeret anggota DPR, Angelina Sondakh.
Serta kasus suap cek pelawat yang melibatkan Nunun Nurbaeti dalam proses pemilihan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia yang terjadi pada 2004.
Novel juga terlibat dalam penyelidikan kasus suap dalam beberapa perkara pilkada yang melibatkan Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada 2013.
Pada Juni 2021, Novel masuk dalam daftar 75 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
TWK merupakan syarat kelulusan alih status pegawai KPK sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun, kebijakan ini menimbulkan kontroversi. Atas polemik ini, Novel cs mengadu ke Komnas HAM.
ASN Polri
Novel bersama 44 eks pegawai KPK resmi dilantik menjadi ASN di Kepolisian oleh Kapolri Jendral Sigit Prabowo di Rupatama Mabes Polri 9 Desember 2021.
Eks penyidik senior lembaga antirasuah itu dalam upaya pemberantasan korupsi, Novel Baswedan menerima tawaran untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polri.
Harta Kekayaan Novel Baswedan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, Harta Kekayaan Novel Baswedan mencapai miliaran rupiah.
Tercatat Novel Baswedan memiliki Harta sekira total Rp 5 miliar.
Harta itu dilaporkan ke KPK pada 23 Februari 2020.
LHKPN Novel Baswedan
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 4.950.000.000
Tanah dan bangaunan tersebut berada di Wilayah Jakarta Utara 2 titik dan 5 titik tanah di Sukabumi.
B. ALAT TRANSPORTASI Rp 235.000.000 mobil Toyota Kijang Innova tahun 2016 senilai Rp 235.000.000
C. HARTA BERGERAK Rp 0
D. SURAT BERHARGA Rp 0
E. HARTA LAINNYA Rp0
F. UTANG Rp0
TOTAL Rp 5.321.100.000
(*)
Tribunjateng.com
Novel Baswedan
novel baswedan diangkat jadi apa
novel baswedan polisi
novel baswedan akpol
novel baswedan kpk
novel baswedan sekarang
profil novel baswedan
| Profil-Karier Mentereng Komjen Pol Suyudi Ario Seto: Alumni Akpol 1994, Para Pengedar Waspada! |
|
|---|
| Profil Mentereng Komjen Pol Yudhiawan Wibisono, Alumnus Akademi Kepolisian Akpol 1991 Asal Klaten |
|
|---|
| Profil Mentereng Komjen Pol Dwiyono, Bintang Terang Akademi Kepolisian Akpol 1994 |
|
|---|
| Harta Kekayaan Jenderal Pol Listyo Sigit, Begini Responsnya Seusai Didesak Mundur dari Kapolri |
|
|---|
| Harta Kekayaan Irjen Pol Suyudi Ario Seto Mantan Kapolda Banten yang Baru Dilantik Jadi Kepala BNN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Novel-Baswedan-Ungkap-Rahasia-Penetapan-Hasto.jpg)