Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Perkuat Peran Jamu Sebagai Warisan Budaya, Pemkab Gelar Sinergitas Pentahelix

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan bertajuk Sinergitas Pentahelix 2025 di Gedung Andrawina, Kompleks Hotel Owabong, Rabu (25/6/2025).

Tayang:
istimewa
SINERGITAS PENTAHELIX — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka POM Banyumas, dan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) saat menggelar Sinergitas Pentahelix 2025, dalam upaya untuk memperkuat peran jamu sebagai warisan budaya dan peluang ekonomi. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Andrawina, Kompleks Hotel Owabong, Rabu (25/6/2025).  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Dengan mengusung tema "Meracik Masa Depan Ekonomi Indonesia dengan Jamu Sebagai Warisan dan Peluang Ekonomi," Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan bertajuk Sinergitas Pentahelix 2025 di Gedung Andrawina, Kompleks Hotel Owabong, Rabu (25/6/2025). 

Kegiatan ini diselenggarakan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka POM Banyumas, berserta Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI). 

Selain sebagai upaya memperkuat peran jamu sebagai warisan budaya dan peluang ekonomi, kegiatan ini juga mempertemukan unsur akademisi, komunitas, pelaku usaha, media dan pemerintah dalam membangun semangat kolaboratif pentahelix, serta menjadi ruang strategis untuk memperkirakan ekosistem jamu nasional. 

Baca juga: Hati-hati Beli Skincare, Imbauan Dinkes Kota Tegal: Cek Legalitasnya di BPOM

Ketua Panitia, Azif Yunan mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremoni. Tetapi juga diisi dengan dialog interaktif sebagai wadah untuk menggali potensi besar jamu

Menurutnya jamu telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Sehingga ini merupakan nilai yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh Indonesia. 

"Maka tugas kita bersama adalah mengoptimalkan aset bangsa ini agar dikenal dunia dan menjadi kiblat jamu global," katanya.

Kegiatan ini sebetulnya sudah dimulai sejak Selasa (24/6/2025) lalu dengan desk registrasi produk bagi pelaku usaha jamu

Melalui kesempatan ini, para pengusaha berkesempatan untuk mengurus perizinan dengan evaluator dari BPOM RI. 

"Ini merupakan bentuk pelayanan yang luar biasa dari BPOM yang sangat membantu percepatan perizinan produk jamu, obat tradisional, pangan dan kosmetik," lanjutnya. 

Sementara itu, Ketua Umum PPJAJ, Mukit Hendrayanto turut mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, yang telah membuat industri jamu semakin bertumbuh. 

Ia merasa bersyukur, dengan kerja keras seluruh stakeholder dalam pentahelix, mampu menyerap lebih dari 3.800 pekerja di sektor jamu

"Bahkan jika ditotal dengan sektor pertanian dan pemasaran, lebih dari 15.000 orang sudah terlibat," katanya. 

Ia juga menekankan kebanggan akan penggunaan bahan baku lokal dalam industri ini, yang mencapai 90 persen. 

Menurutnya ini adalah hal yang membanggakan, apalagi di tengah isu impor, TKDN, dan saya beli masyarakat yang menurun. 

"PPJAJ mampu memproduksi jamu yang menjadi solusi kesehatan dan menopang ekonomi lokal," ujarnya. 

Kepala Loka POM Banyumas, Gidion, menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga keamanan, khasiat dan mutu jamu yang beredar di masyarakat. 

Ia pun mengajak agar seluruh unsur pentahelix dapat bersinergi melakukan pendampingan kepada UMKM, agar produk jamu yang dihasilkan aman dan berkualitas. 

Selain itu ia juga mengajak agar para akademisi juga dapat terlibat, khsusunya dalam memberikan edukasi, terutama dalam lingkungan pendidikan. 

Lebih lanjut, Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, mengatakan komitmennya untuk mempermudah perizinan dan mendukung UMKM jamu untuk naik kelas. 

Baca juga: 1 Tersangka Tidak Ditahan karena Ketuaan, BPOM Semarang Bongkar 2 Pabrik Jamu dan Obat Kuat Ilegal

Ia berharap PPJAI mampu menjaga ekosistem industri jamu agar tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. 

Dukungan dari tingkat nasional juga mengalir dalam kegiatan ini. DPR RI Komisi IX, Tetty Rohatiningsih menegaskan dukungannya terhadap perkembangan industri jamu

Menurutnya jamu merupakan warisan nenek moyang. Sehingga ia berharap pelaku usaha mampu memanfaatkan bahan baku dari petani lokal agar perekonomian masyarakat dapat ikut bergerak. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved