Berita Ungaran
Dulu Perang Ketupat Berakhir Mubazir, Transformasi Tradisi Malam 1 Suro di Ungaran Kini Lebih Bijak
Warga Kelurahan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang punya cara unik untuk merayakan malam 1 suro.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN – Suara pukulan tiang listrik menjadi penanda, sore menjelang petang itu ratusan warga Kelurahan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berbondong-bondong turun ke Jalan Letjend Suprapto.
Bukan untuk berdemo atau merayakan kemerdekaan, melainkan membawa ketupat dan aneka lauk pauk untuk doa dan makan bersama dalam rangka menyambut malam satu Suro atau 1 Muharram 1447 Hijriah, Kamis (26/6/2025).
Jalan utama itu ditutup sementara.
Baca juga: Malam 1 Suro Berbalut Doa: Ribuan Nahdliyin Padati Pantai Kartini Jepara
Trotoar dan ruas jalan yang biasanya dilintasi kendaraan kini dipenuhi tikar dan warga dari segala usia yang duduk di sana.
Aneka makanan tersaji rapi, meliputi ketupat, sayur labu, tahu campur, sambal goreng, buah-buahan hingga opor ayam.
Yang menjadi benang merah dari semua hidangan yakni satu hal, harus ada ketupat.
“Yang nomor satu itu kupat, lauknya ya selera masing-masing.
Saya masak dari pagi, dari jam setengah delapan, buat ketupat sendiri, anyam sendiri, lalu masak tahu campur, sayur labu, opor ayam,” kata warga setempat, Seneng (75) kepada Tribunjateng.com.
Dia merupakan satu di antara saksi hidup bagaimana tradisi tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Seingat dia, sejak 1967 setiap malam satu Suro selalu ada ketupat dalam doa bersama.
“Kenapa harus ketupat, saya juga nggak tahu, pokoknya dari dulu ya begitu.
Yang penting kita berdoa, minta panjang umur, sehat, murah rezeki, dan mendoakan orang-orang yang sakit biar sembuh,” imbuh dia.
Perang Ketupat Dihilangkan
Tradisi menyambut tahun baru Islam di Sidomulyo memang telah berlangsung sejak lama.
Dahulu, setelah berdoa dan makan bersama, tradisi itu dilanjutkan dengan perang ketupat, yakni kegiatan saling lempar ketupat sebagai simbol membuang hal-hal buruk dan sial dari tahun sebelumnya.
| SPMB Kabupaten Semarang Dibuka Mulai Besok, Berikut Syarat Lengkap dan Jalur yang Dibuka |
|
|---|
| Ukir Sejarah, Desa Terpencil di Kabupaten Semarang Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
| Miliaran Rupiah Dikucurkan untuk Insentif dan Jaminan Sosial untuk Linmas di Kabupaten Semarang |
|
|---|
| Sensasi Petik Melon Premium di Tuntang, Panen Langsung dari Kebun, Harga Lebih Ramah di Kantong |
|
|---|
| Tok! Iwan Prahangga, Instruktur Fitnes Pelaku Kekerasan Seksual Semarang Divonis 9,5 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250626_Ratusan-warga-makan-bersama-di-trotoar-saat-malam-1-suro_1.jpg)