Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Pembuatan Akun Jadi Kendala Utama SPMB di Beberapa Sekolah Purbalingga

Menurutnya, kendala terbesar dalam proses SPMB ini ialah kurangnya pemahaman orang tua atau wali dan calon murid itu sendiri dalam membuat akun. 

Tayang:
TRIBUNJATENG/Farah Anis Rahmawati
SPMB 2025: Suasana loket pendaftaran SPMB hari kedua di SMPN 1 Padamara, Selasa (24/6/2025). (TRIBUNJATENG/Farah Anis Rahmawati) 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Suasana beberapa sekolah di Purbalingga terlihat sepi di hari terakhir pendaftaran akun SPMB, Kamis (26/6/2025). 

Di SMPN 1 Padamara dan SMPN 1 Kalimanah tidak terlalu ramai pendaftar.

Hanya ada beberapa pendaftar saja yang datang ke sekolah tersebut didampingi orang tua atau walinya masing-masing. 

Baca juga: "Kami Diawasi KPK" Dindikbud Purbalingga Pastikan SPMB 2025 Bersih dari Praktik Gratifikasi

Plt Kepala Sekolah SMPN 1 Padamara dan SMPN 1 Kalimanah, Titik Widjati, menyebut, pelaksanaan SPMB di dua sekolahnya berjalan lancar meskipun mulanya sempat terkendala pada proses pembuatan akun. 

Menurutnya, kendala terbesar dalam proses SPMB ini ialah kurangnya pemahaman orang tua atau wali dan calon murid itu sendiri dalam membuat akun. 

"Kalau kendala sejauh ini itu pada orang tua. Kalau dari SMP ke SMA mungkin gak masalah, tapi kalau SD ke SMP itu banyak yang belum bisa, khsusunya dalam pembuatan akun," katanya. 

Ia juga menyebut, hal ini tidak hanya terjadi di SMPN 1 Padamara saja, di SMPN 1 Kalimanah juga mengalami hal yang serupa. 

"Sebelumnya kita sudah mencoba dibantu dari bapak ibu guru SD nya, untuk membantu bagaimana cara pembuatan akunnya, tapi ternyata masih banyak kekeliruan," lanjutnya. 

Sehingga, ia mengatakan, proses pendaftaran yang tadinya diharapkan dapat berjalan dengan cepat, alhasil harus membutuhkan waktu yang cukup lama. 

"Satu anak itu bisa 15-20 menit, untuk buat akun, daftar dan verifikasi hingga sah. Harusnya bisa lebih cepat jika mereka sudah buat sendiri, namun memang karena banyak yang belum paham dan rata-rata mereka juga merasa ragu ya, akhirnya semua prosesnya dibuat di sekolah," jelasnya. 

Sementara itu, hal serupa juga dialami oleh SMPN 2 Karangreja. Plt Kepala SMPN 2 Karangreja, Azan Hendarto mengatakan, pembuatan akun masih menjadi kendala bagi beberapa orang tua dan calon siswa.

"Mungkin karena latar belakang mayakarat juga ya. Tetapi kami tetap mendampingi, dan alhamdulilah meskipun sedikit terkendala semua tetap berjalan dengan lancar hingga hari ini," katanya. (anr)

Baca juga: Berebut Kursi SMPN 1 Purbalingga: Lebih dari 400 Calon Siswa Padati Hari Pertama SPMB

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved