Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Seribuan Relawan Muhammadiyah Ikuti Jambore Nasional Ketiga di Karanganyar

Seribuan relawan mengikuti Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah Ketiga di Tawangmangu, Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
BUKA JAMBORE: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dan tamu undangan membuka Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah Ketiga secara simbolis dengan memukul kentongan di kawasan Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis (26/6/2025). (TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI) 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Seribuan relawan mengikuti Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah Ketiga yang digelar oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di kawasan Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jambore yang diikuti relawan Muhammadiyah dari berbagai dari di Indonesia tersebut dihelat selama 4 hari, Kamis-Minggu (26-29/6/2025).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, membuka langsung acara tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS 250 Pendaki Serbu Gunung Lawu via Cemoro Kandang Karanganyar di Malam 1 Suro

Ketua MDMC PPM, Budi Setiawan menyampaikan, jambore nasional sebelumnya telah digelar di Bantul dan Malang.

Jambore ketiga dengan tema memperkuat ketangguhan menuju Indonesia berkemakmuran kali ini digelar di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Total ada 1.356 orang peserta dari 35 provinsi di Indoensia.

Ada beberapa serangkaian acara mulai dari seminar wawasan kebangsaan, pengajian akbar, diskusi ketangguhan bencana, penanaman pohon dan perlombaan dalam rangka silaturahmi untuk meningkatkan ketangguhan dan kapasitas relawan.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi jambore nasional ketiga ini.

Dia mengucapkan kepada para peserta selamat mengikuti jambote kali ini.

Menurutnya, relawan kebencanaan di Karanganyar sangat luar biasa dan sudah berkembang mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

"Setiap kejadian di Karanganyar, kesigapaanya luar biasa," terangnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengungkapkan, tercatat ada 1.700 kali bencana yang terjadi di Indonesia sejak awal tahun hingga saat ini.

Indonesia memang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam.

Tapi di sisi lain jumlah bencana juga terhitung banyak.

"Terkait bencana kita tidak boleh lengah," tuturnya.

Pihaknya menyadari dan sangat terbantu dengan peran dari MDMC dan Aisiyah setiap terjadi bencana kecil atau besar baik itu di dalam negeri maupun luar negeri.

"Penanganan bencana tidak bisa ditangani salah satu unsur, harus gotong royong, kerja sama," terangnya.  

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menerangkan, kesiapan menjadi hal utama terkait kebencanaan.  

Menurutnya semangat gotong royong harus dimiliki dalam menangani bencana.

"Sehingga relawan-relawan yang sekarang hadir, anda-anda harus menjadi pionir dalam rangka menangani bencana," ungkapnya. 

Menteri pendidikan dasar dan menengah, Abdul Mu'ti menjelaskan, Muhammadiyah tidak hanya menjadi kelompok reponsif terhadap bencana tapi juga mitigasi bencana dan bahkan sudah ke tahap resiliensi.

"Mulai dari sekolah yang tahan bencana, kesiapan anak-anak ketika terjadi bencana sampai kemudian relawan-relawan kita memiliki keahlian menangani bencana-bencana itu," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan pengukuhan pelajar tangguh bencana dan sekolah model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Muhammadiyah. (Ais)

Baca juga: Miliki Risiko Tinggi Kecelakaan, Dishub Karanganyar Bakal Tambah Rambu Lalu Lintas di Tawangmangu

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved