Banjir di Kendari
Alasan Banjir Kendari Disebut Terparah, Tinggi Air Hampir 2 Meter
Kota Kendari dilanda bencana banjir dan longsor yang disebut-sebut sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir. . penyebabnya adalah...Kondisi ini
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Alasan Banjir Kendari Disebut Terparah, Tinggi Air Hampir 2 Meter
TRIBUNJATENG.COM- Kota Kendari dilanda bencana banjir dan longsor yang disebut-sebut sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir.
Hujan deras sejak Jumat malam hingga Minggu (29/6/2025) menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah dengan ketinggian mencapai hampir dua meter.
Enam belas kelurahan terdampak, ribuan warga harus mengungsi ke tempat aman.
Wilayah paling parah berada di Kelurahan Lepo-lepo dan sekitarnya yang memang dikenal sebagai kawasan rawan banjir.
Kepala BPBD Kendari, Cornelius menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tingginya intensitas hujan disertai limpasan air dari daerah hulu yang mengalami kerusakan hutan dan vegetasi, sehingga mempercepat aliran air ke pemukiman. Kondisi ini diperparah oleh keberadaan permukiman di daerah aliran sungai yang rentan banjir.
Limpasan air yang deras mempercepat banjir masuk ke kawasan permukiman, terutama di daerah aliran sungai.
Cornelius menambahkan, kejadian bencana tersebar di 16 kelurahan yang berada di 7 kecamatan, meliputi Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Kadia, Poasia, dan Abeli.
“Kami langsung melakukan peninjauan, koordinasi dengan camat, lurah dan instansi teknis, serta penanganan darurat di lapangan. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan kondisi,” kata Cornelius dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/6/2025).
Sementara itu, Kepala bidang Kedaruratan BPBD Kota Kendari, Muhammad Sadrin Tahir mengatakan tak hanya bencana banjir, tercatat ada 11 rumah warga yang tertimbun longsor di tiga Kelurahan yakni Kelurahan Alolama, Sanua dan Sodoha pada Minggu (29/6/2025).
"Satu remaja putra umur 17 mengalami luka ringan dan shock karena tertimbun tanah longsor. Tidak ada laporan korban jiwa," ungkap Sadrin kepada kompas. com, Senin (30/6/2025).
Untuk kondisi banjir terparah, lanjut Sadrin, berada di Kelurahan Lepo Lepo, Kecamatan Baruga, di mana luapan Kali Wanggu menyebabkan tujuh RT terendam banjir.
“Di situ yang agak parah. Masalahnya di situ karena debit airnya besar kemudian kondisi air laut yang pasang dan bertemu sehingga menyebabkan banjir di Wanggu," ujarnya.
(*)
| "Saya Tidak Pernah Memberi Keterangan Tersebut" Bu Guru PPPK Dipecat Setelah Dituding Selingkuh |
|
|---|
| Kota Semarang Siap Gelar Dialog Nasional Praktik Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Mendunia! Empat Mahasiswi PGMI UIN Walisongo Jadi Partner Bahasa di University of Galway Irlandia |
|
|---|
| Sosok WAP, Siswa SMP Sragen yang Tewas di Kamar Mandi Sekolah Dikenal Anak Penurut dan Santun |
|
|---|
| UMKM Keripik Tempe Purwokerto Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Modal Naik Ratusan Ribu Perhari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250630_Banjir-di-Kendari.jpg)