Berita Semarang
Impian Punya PS Portable Terwujud, Hobi Wiji Hasilkan Cuan di Semarang, Laris Manis Saat Hari Libur
Saat libur sekolah, bisnis rental Playstation yang digelutinya sejak 2011 ini sedang menikmati masa paling sibuk.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: deni setiawan
“Alhamdulillah sejauh ini risikonya kecil, paling cuma stik rusak,” katanya.
Berbeda dengan PS4 yang jumlahnya belasan unit, PS5 hanya tersedia satu khusus untuk sewa harian dengan tarif Rp350.000.
Baca juga: FAKTA Baru, Wido Sempat Diperintah Kepala Bapenda Kota Semarang untuk Hindari Pemeriksaan KPK
Baca juga: Semarang Peringkat 1 Kota di Jawa Tengah dengan Penerima Kredit Bank Terbanyak, Disusul Solo
“Kalau disewakan per jam tidak masuk hitungan."
"Modalnya saja Rp20 juta, belum termasuk layar,” jelas Wiji.
Meski peminatnya banyak, hanya segelintir yang benar-benar mampu menyewa.
Bisnis PS menurut Wiji cukup menjanjikan.
Meskipun tak ditampik jika tren game mobile dan online terus meningkat.
Menghadapi hal tersebut, Wiji tegas jika bisnis rental PS masih sangat relevan.
“PS4 bisa online, bahkan bisa main bareng orang luar negeri atau antar-cabang."
"Grafiknya juga jauh lebih bagus dari HP,” ujarnya.
Tidak hanya kalangan anak-anak, kebanyakan pelanggan justru dari kalangan dewasa.
“Karena kami sebar di kafe, lebih banyak anak muda dan bapak-bapak yang main."
"Kalau ibu-ibu itu biasanya sewa harian buat anak-anak di rumah, terutama PS3 yang harganya lebih murah,” tambahnya.
Yang unik, Wiji tak hanya menyewakan, tapi juga memproduksi PS portabel secara mandiri.
Dia merancang, menggambar, lalu memesan rakitan dari pengrajin.
Semarang
PS Portable
Rental PS Portable di Semarang
Wijiyadi Purnomo
feature
Libur Sekolah
Harga Sewa PS Portable
Tribunjateng.com
tribun jateng
playstation
| Sosok Madina Gadis Tunarungu di Semarang, Jadi Desainer Hasil Otodidak, Ngaku Sempat Diremehkan |
|
|---|
| Polder Tawang dan Tanjungmas Jadi Sarang Ikan Sapu-sapu, Pemkot Semarang Mulai Lakukan Pemetaan |
|
|---|
| Gadis 15 Tahun di Semarang Utara Diduga Dibakar Pamannya, Polisi Kejar Pelaku |
|
|---|
| Duduk Perkara Remaja 15 Tahun asal Semarang Diduga Dibakar Pamannya karena Menolak Disuruh Mandi |
|
|---|
| BPJN Bantah Perbaikan Gombel Lama Terkait Pembangunan Pakuwon Mall, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250702-_-Rental-PS-Portable-Jalan-Gajahmada-Semarang.jpg)