Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Desa Mororejo Kendal Wilayah Terparah Dampak Rob, Disusul Kelurahan Banyutowo, Ini Janji Bupati Tika

Dua desa dan lima kelurahan dari tiga kecamatan di Kabupaten Kendal terdampak rob sejak awal 2025, terparah adalah Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu.

TRIBUN JATENG/AGUS SALIM IRSYADULLAH
TERDAMPAK ROB - Kondisi rumah warga yang terendam air rob di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Selasa (1/7/2025). Rrob juga merendam 6 wilayah lainnya dan Pemkab Kendal berupaya memberikan bantuan logistik secara masif ke wilayah terdampak sesuai skala prioritas. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - 2 desa dan 5 kelurahan dari 3 kecamatan di Kabupaten Kendal terdampak rob sejak awal 2025.

Intensitas rob berangsur tinggi ketika memasuki pertengahan Mei, dengan ketinggian bisa mencapai 60 sentimeter.

BPBD mencatat, wilayah terdampak itu meliputi Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu, Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon, Kelurahan Bandengan dan Karangsari.

Baca juga: Setahun Tak Diperbaiki, Jembatan Amblas Penghubung Dua Desa di Kendal Hanya Ditutup Pelat Baja

Baca juga: Kisah Ahmadi Hidup Bersama Rob di Kendal, Sudah Tak Terhitung Berapa Kali Meninggikan Rumah

Kelurahan Balok, Banyutowo, serta Kalibuntu Wetan (Mbirusari) Kecamatan Kendal.

Di Desa Mororejo, terdapat 1.371 Kartu Keluarga (KK) terdampak rob.

Jumlah itu lebih banyak dibanding Kelurahan Banyutowo yang mencapai 1.304 KK.

Populasi warga terdampak rob terbanyak berikutnya ialah Kelurahan Bandengan, yang membuat 1.280 KK di sana hidup berdampingan dengan gelombang rob. 

Sedangkan 275 KK di Desa Kartikajaya Kecamatan Patebon juga terdampak rob, diikuti Kelurahan Karangsari sebanyak 160 KK yang aktivitasnya juga terhambat air rob.

Wilayah berikutnya yang terdampak rob ialah di Kelurahan Kalibuntu Wetan (Mbirusari) yang mencapai 104 KK. 

Sementara itu, wilayah paling sedikit terdampak rob yakni di Kelurahan Balok dengan 31 KK yang rumahnya terendam air rob.

"Itu kejadian pada 21 - 23 Mei 2025," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistiyo, Kamis (3/7/2025).

Iwan menerangkan, saat ini air rob yang menerjang permukiman warga tak setinggi pada Mei 2025.

Namun gelombang rob masih terus merangsek masuk di tengah-tengah warga.

"Dikarenakan jarak pantai dengan permukiman yang dekat."

"Kemudian adanya pendangkalan sungai, muara, dan saluran warga yang menuju ke sungai terhambat."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved