Street Boxing Polda Jateng
Kisah Geri Mahasiswa Surakarta yang Dulu Dicap Anak Nakal, Kini Juara Street Boxing Polda Jateng
Kisah Geri seorang mahasiswa yang dulu dicap nakal dan kini menjadi atlet tinju berprestasi bisa menjadi contoh.
TRIBUNJATENG.COM - Jangan pernah memandang sebelah mata seorang anak nakal.
Bisa jadi, bakatnya memang belum ditemukan dan diasah dengan benar sehingga ia dicap nakal.
Kisah Geri seorang mahasiswa yang dulu dicap nakal dan kini menjadi atlet tinju berprestasi bisa menjadi contoh.
Nama lengkapnya adalah Geri Tegar Bayu Satria, mahasiswa Universitas STEKOM (Sains dan Teknologi Komputer) Surakarta.
Baca juga: Alihkan Energi Remaja dari Tawuran ke Ring Tinju, Polisi Gelar Street Boxing pada Hari Bhayangkara
Baca juga: Sinergi Akademik dan Hobi: Mahasiswa D3 Teknik Komputer Poltek Harber Juara 1 Tinju Provinsi
Ia baru saja sukses menorehkan prestasi di ajang Street Boxing Event 2025 yang digelar Polda Jawa Tengah di GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang.
Dulu dikenal sebagai anak nakal, kini Geri membuktikan tekadnya untuk berubah lewat jalur olahraga tinju.
"Terus terang, saya memang nakal saat itu, sering bikin malu keluarga.
Karena itu saya ingin berubah dengan membikin bangga orangtua," kata Geri usai bertanding, Minggu (6/7/2025).
Geri bergabung dengan Pertina Sukoharjo dan kini fokus mengisi hari-harinya dengan kuliah dan latihan tinju.
"Saya sudah meninggalkan masa lalu itu. Sekarang pagi, siang, sore saya berlatih, saya isi dengan kegiatan yang bermanfaat, dan hasilnya saya menang di kelas 65 kilogram," ujar Geri.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Dwi Subagio mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengurangi perkelahian dan tawuran di kalangan pelajar dan masyarakat.
"Sebanyak 135 petinju akan bertanding di 65 partai.
Mereka berasal dari 25 sasana di Jateng dan Gunungkidul.
Peserta terdiri dari masyarakat umum, pemula, dan atlet," jelas Dwi.
Menurutnya, ajang ini akan diselenggarakan rutin untuk mengarahkan generasi muda agar lebih terdidik, terlatih, dan teruji.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menambahkan, Street Boxing Event bukan sekadar pertandingan, tapi komitmen Polda Jateng dalam membangun ruang ekspresi positif dan kompetitif bagi generasi muda.
"Ini mencerminkan semangat kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya pemuda-pemuda tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman," kata Ribut.
Ia berharap, olahraga seperti street boxing dapat membentuk karakter generasi muda, melatih sportivitas, disiplin, dan pengendalian diri.
"Saya percaya olahraga adalah sarana yang efektif untuk membangun solidaritas dan menjauhkan pemuda dari hal-hal negatif.
Polda Jateng akan terus mendorong kegiatan pembinaan generasi muda melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan kolaboratif," tegasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Bupati Ischak Ajak Golkar Tegal Kawal Program Pemerintah Hingga 5 Tahun ke Depan |
![]() |
---|
10 Fakta Kasus Polisi Banten Lempar Helm, Pelajar Violent Agra Castillo Koma 4 Hari |
![]() |
---|
Kisah Pelarian RS dalam Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Rumah di Nyatnyono Semarang Jadi Saksi |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Jalur Kaligua Brebes, 1 Pelajar Tewas Terjun ke Jurang |
![]() |
---|
Dahlan Dahi, CEO Tribun Network Raih Penghargaan MTA 2025 Kategori Tokoh Media Berpengaruh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.