Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Harga Beras di Kota Semarang Malah Naik di Tengah Panen Raya

Harga beras di pasar tradisional, Kota Semarang mengalami kenaikan, diantaranya di Pasar Bulu.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Eka Yulianti Fajlin
TIMBANG BERAS - Pedagang sembako di Pasar Bulu sedang menimbang beras. Beras mengalami kenaikan sudah sepekan terakhir. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga beras di pasar tradisional, Kota Semarang mengalami kenaikan, diantaranya di Pasar Bulu.

Meski masa panen masih berlangsung, harga beras justru semakin merangkak naik.

Purnomo, pedagang sembako di Pasar Bulu, mengaku heran dengan kondisi pasar saat ini.

Kenaikan beras justru terjadi pada masa panen raya.

Kenaikan sudah terjadi sejak sepekan terakhir. 


"Alasan naik nggak tahu. Padahal, panen kok malah naik," ujarnya, Senin (7/7/2025). 


Harga beras medium di kiosnya kini dibanderol Rp 15 ribu perkilogram, dari sebelumnya Rp 14 ribu perkilogram.

Sementara, beras premium yang semula Rp 15.000 perkilogram menjadi Rp 16.000 perkilogram.  


"Yang kemasan lima kilogram biasanya Rp 75.000 perkilogram, sekarang kemungkinan Rp 77.000 perkilogram. Untuk yang kemasan lima kilo di kios lagi kosong," paparnya.


Di sisi lain, menurut Purnomo, kualitas berasnya yang ada saat ini berbeda. Sementara, beras Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) dari Bulog sudah tidak pernah ada stok sejak beberapa bulan lalu. Padahal, menurut dia, minat masyarakat terhadap beras SPHP cukup besar. 


"Beras Bulog sudah lama nggak ada. Sejak sebelum Lebaran nggak pernah ada stok. Banyak yang nyari. Soalnya di bawah harga pasar," terangnya. 


Adapun bInflasi Jateng sebesar 0,24 persen secara bulanan pada Juni 2025, lebih tinggi dari angka nasional 0,19 persen.


Sedangkan, secara tahunan, inflasi Provinsi Jawa Tengah sebesar 2,20 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,87 persen secara tahunan.  


Inflasi tahunan Provinsi Jawa Tengah masih berada pada rentang sasaran inflasi tahun 2025, yaitu 2,5±1 persen.


Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Nita Rachmenia mengatakan, inflasi dipengaruhi oleh peningkatan harga pada kelompok makanan, ninuman, dan tembakau seiring dengan puncak panen raya yang telah berlalu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved