Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kejurnas Karete Peringatan Hanshi Nardi T Nirwanto Ke-8 Digelar di Semarang

Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, mengadakan Kejurnas untuk memperingati Hanshi Nardi T Nirwanto yang ke-8.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
KEJURNAS KARATE: Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia mengadakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) untuk memperingati Hanshi Nardi T Nirwanto yang ke-8, di Metro Plaza Semarang, Minggu (6/7). (TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, mengadakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) untuk memperingati Hanshi Nardi T Nirwanto yang ke-8, di Metro Plaza Semarang, Minggu (6/7).

Kejuaraan ini merupakan acara yang sangat penting dalam dunia karate di Indonesia, dan menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet karate dari seluruh penjuru tanah air.

Ketua Pengprov Jateng Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Sindu Wibowo menjelaskan peserta yang mengikuti Kejurnas ini cukup banyak, dengan total 168 peserta yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia.

Baca juga: 288 Atlet Karate Unjuk Kemampuan di Kejurda BKC Open 2025 Piala Kadispora Kota Semarang

Kejuaraan ini diadakan untuk mendorong perkembangan dan pembinaan atlet karate di tanah air, serta menjalin komunikasi antar provinsi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kejuaraan ini untuk mengenang Hanshi Nardi T. Nirwanto S.A yang merupakan tokoh sentral dalam sejarah seni bela diri di Indonesia, khususnya dalam pengembangan aliran Kyokushin Karate.  

Beliau dikenal sebagai pendiri Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, yang dimulai pada 7 Mei 1967 dengan nama awal Go No Sen di Batu, Malang. 

Jawa Tengah mengirimkan 40 karateka untuk mengikuti Kejurnas ini, tidak hanya senior namun juga junior.

Hal ini menunjukkan bahwa ajang ini juga memberikan ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang karate.

Meskipun demikian, Sindu Wibowo menambahkan bahwa tujuan utama dari Kejuaraan Nasional ini adalah untuk mempertahankan predikat juara umum bagi kontingen Jawa Tengah.

Panitia berharap agar melalui kejuaraan ini, Jawa Tengah tetap eksis dan mampu menyelenggarakan event besar seperti ini di Semarang.

"Pencapaian ini juga diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan karate di wilayah Jawa Tengah," ujarnya.

Untuk kategori pertandingan, Kejurnas kali ini memperebutkan 37 kelas yang terbagi dalam dua kategori, yaitu kata dan komite.

Kedua kategori ini akan memperlihatkan kemampuan atlet dalam berbagai aspek karate, termasuk teknik dan strategi dalam bertanding.

Sementara itu, Anggota DPP Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Andreas BW menambahkan, sebelum Kejurnas ini, pembinaan mental karate di Jawa Tengah sempat mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Namun, sejak tahun 2022, dengan dimulainya kembali kejuaraan di Surabaya dan Malang, semangat atlet karate Jawa Tengah mulai kembali pulih.

Kejuaraan ini menjadi langkah penting untuk melanjutkan pembinaan yang sempat terhenti.

Meskipun sempat terpuruk, kejuaraan seperti ini menjadi pembuktian bahwa karate di Jawa Tengah masih tetap berkembang dan mampu berpartisipasi dalam kompetisi nasional.

Dengan demikian, meskipun tantangan besar, semangat para atlet dan pengurus tetap tinggi.

Dari sisi pembinaan mental, Kejurnas kali ini juga menunjukkan bahwa Karate Kyokushinkai memiliki filosofi full body contact yang menjadi ciri khas dalam kompetisi ini.

Kejuaraan kategori kata pertama kali dipertandingkan di Kejurnas kali ini sebagai wujud inovasi dalam mengembangkan pembinaan atlet.

"Memang ciri khas daripada pembinaan mental karate Kyokushinkai adalah full body contact.

Iya, sedangkan hari ini ada kejuaran kata yang pertama kali dipertandingkan di kejuaraan nasional karena memang setelah kita menerima masukan-masukan dari semua bahwa tidak semua orang mau untuk bertanding (full body contact) sehingga kategori kata ini juga diperlukan," ujarnya.

Pembinaan mental yang dijalankan oleh Karate Kyokushinkai ini juga menghadirkan elemen teknik dan perbandingan dalam setiap pertandingan, yang diharapkan dapat membentuk atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga mental.

Hal ini semakin menegaskan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan untuk mendukung prestasi atlet karate Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan diselenggarakannya Kejurnas ini, harapan besar tersemat pada perkembangan karate di Indonesia.

Kejuaraan ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun ada tantangan besar akibat pandemi, semangat atlet dan pembina tetap bisa berjuang untuk terus maju. (wan)

Baca juga: Dari Jalanan ke Ring Kehormatan di Semarang: Kisah Gerry Petinju Muda Bangkit Banggakan Orang Tua

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved