Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Manajemen Lawang Sewu Semarang Bantah Isu Tak Ramah Kucing Liar

Isu soal dugaan Lawang Sewu tak ramah terhadap kucing akhirnya dijawab langsung oleh pengelola

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/dok KAI Wisata
BERI MAKAN - Cat Lovers dan Manajemen KAI Wisata memberi makan kucing liar di kawasan Lawang Sewu, Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Isu soal dugaan Lawang Sewu tak ramah terhadap kucing akhirnya dijawab langsung oleh pengelola. 

PT Kereta Api Pariwisata melalui manajemen Lawang Sewu menegaskan tak pernah ada rencana membuang atau membatasi kucing liar maupun memecat petugas terkait isu tersebut.

Dalam pertemuan bersama komunitas pecinta kucing di Semarang, manajemen Lawang Sewu justru membuka ruang kolaborasi untuk merawat kucing-kucing yang selama ini hidup di kawasan heritage tersebut.

Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono, mengatakan kucing telah menjadi bagian dari identitas Lawang Sewu dan memberi nuansa humanis bagi pengunjung.

Baca juga: Pesona Wisata Semarang di Tahun Baru 2026, Mulai Dari Lawang Sewu hingga Sam Poo Kong

“Kucing-kucing di Lawang Sewu bukan hanya penghuni, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan pesona kawasan ini,” ujarnya dikutip Tribunjateng, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, PT Kereta Api Pariwisata sangat peduli terhadap keberadaan kucing di kawasan Lawang Sewu dan berkomitmen menjaga kesejahteraan hewan tersebut tanpa mengganggu pelestarian bangunan bersejarah.

Pertemuan dengan komunitas cat lovers berlangsung hangat dan terbuka. 

Dalam diskusi itu, kedua pihak sepakat membangun sinergi agar kucing-kucing di kawasan Lawang Sewu tetap sehat, terawat, dan nyaman.

Belakangan, isu mengenai dugaan ketidakramahan terhadap kucing sempat ramai dibicarakan di media sosial. 

Bahkan muncul kabar soal ultimatum pembuangan kucing hingga pemecatan petugas. Namun manajemen Lawang Sewu membantah kabar tersebut.

Menurut Moedji, keberadaan kucing justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. 

Tak sedikit pengunjung yang datang untuk berinteraksi langsung dengan kucing-kucing di kawasan tersebut.

Ke depan, manajemen Lawang Sewu bersama komunitas pecinta kucing berencana menggelar berbagai kegiatan seperti edukasi perawatan hewan hingga kontes kucing.

“Melalui sinergi dengan komunitas cat lovers, kami yakin keberadaan kucing dapat dikelola dengan lebih baik, tetap sehat dan terawat,” katanya.

Manajemen Lawang Sewu berharap kolaborasi itu bisa menjadi contoh penyelesaian isu hewan di ruang publik melalui dialog dan kerja sama, bukan konflik. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved