Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kerusuhan Tarkam

Kronologi Kerusuhan Tarkam di Banjarnegara, 3 Polisi Luka-luka

Kerusuhan antar suporter sepak bola terjadi dalam turnamen antar kampung (tarkam) di Banjarnegara Jawa Tengah.

Tayang:
Editor: rival al manaf
(KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYAR IG INFO SEPUTAR BANJARNEGARA)
Tangkapan layar seorang polisi terluka pada pertandingan sepak bola antarkampung di Desa Kayuares, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (6/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM - Kerusuhan antar suporter sepak bola terjadi dalam turnamen antar kampung (tarkam) di Banjarnegara Jawa Tengah.

Kerusuhan itu mengakibatkan tiga aparat polisi luka-luka.

Peristiwa itu terjadi dalam laga final yang digelar di Desa Kayuares, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara Minggu (6/7/2025). 

Baca juga: Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Rutan Banjarnegara Geledah Kamar Warga Binaan

Baca juga: Kepala Rutan Banjarnegara Tinjau Ketahanan Pangan di Nusakambangan Cilacap

Peristiwa ini viral setelah video kekacauan tersebar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infoseputarbanjarnegara.

Video berdurasi singkat tersebut menunjukkan kerusuhan di lapangan, di mana sejumlah anggota kepolisian yang berjaga dilempari penonton.

"Dari tragedi Kanjuruhan, sepak bola kita tidak pernah belajar," tulis akun tersebut.

Dalam tayangan itu terlihat seorang polisi yang memakai helm dan tameng mengalami luka di wajah.

Beberapa aparat lainnya terlihat mengamankan seseorang di tengah lapangan.

Kronologi Kerusuhan Final Tarkam

Kabag Ops Polres Banjarnegara, Kompol Priyo Jatmiko, membenarkan insiden yang terjadi pada final Open Tournament Indonesia Stars Championship 2025, yang mempertemukan Potato Reborn vs GRKP FC.

"Benar terjadi kerusuhan saat laga final. Banyak suporter masuk ke lapangan.

Akibatnya empat orang mengalami luka-luka, yakni tiga petugas polisi dan satu warga," kata Priyo kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Korban luka, kata dia, mengalami lecet di wajah, seperti pipi, dagu, dan kening, akibat terkena lemparan batu dan bambu.

"Saat ini semua korban sudah membaik setelah dilakukan penanganan medis," jelasnya.

Priyo menyebut kericuhan dipicu oleh kekecewaan penonton terhadap keputusan wasit selama pertandingan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved