kominfo kota pekalongan
Lewat Bimtek, Pemkot Pekalongan Dorong Standar Pangan Rumah Tangga
Dinas Kesehatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan pangan skala rumah tangga, Dinas Kesehatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), di Hotel Howard Johnson.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menegaskan pentingnya edukasi bagi pelaku usaha rumahan dalam memahami proses produksi pangan yang memenuhi syarat keamanan.
Menurutnya, pelaku IRTP harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menyediakan pangan yang tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Aksi Heroik Damkar Pekalongan Padamkan Kebakaran di Pabrik, 3 Petugas Sesak Napas
"Untuk mendapatkan dan mempertahankan izin PIRT, para pelaku usaha perlu memahami standar produksi yang baik dan benar."
"Mereka juga harus mengetahui risiko penggunaan bahan berbahaya serta cara memproduksi makanan yang higienis dan aman dikonsumsi," ujarnya saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (7/7/2025).
Balgis menambahkan, kegiatan ini bukan hanya formalitas dalam proses sertifikasi, melainkan bentuk pembinaan jangka panjang agar para pelaku usaha semakin berkomitmen dalam menjaga kualitas produk mereka.
"Kita ingin pelaku IRTP betul-betul menerapkan standar keamanan pangan dalam setiap tahap produksinya," tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menjelaskan bahwa bimtek ini diikuti oleh 40 pelaku usaha IRTP yang datanya dihimpun dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta pengajuan mandiri dari para pelaku usaha.
Beberapa di antaranya belum memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), namun antusias mengikuti pelatihan demi memahami persyaratan yang harus dipenuhi.
"Kegiatan ini dirancang agar pelaku usaha memahami seluruh aspek dalam memproduksi makanan yang aman. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan tentang bahan pangan, proses produksi higienis, hingga regulasi sertifikasi PIRT," jelas Slamet.
Ia juga menekankan, bahwa pangan yang tidak dikelola dengan standar yang benar bisa menimbulkan risiko serius, mulai dari keracunan hingga penyakit menular.
Karena itu, penyuluhan seperti ini menjadi kunci dalam membentuk pola produksi yang lebih bertanggung jawab.
Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia Salurkan Santunan untuk 300 Anak di Hari Istimewa 10 Muharam
"Setelah mengikuti bimtek, pelaku usaha diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bahaya dalam proses produksinya dan melakukan perbaikan sesuai standar keamanan pangan."
"Bahkan bagi mereka yang belum memiliki PIRT, kegiatan ini menjadi bekal awal untuk mengurus sertifikasi resmi secara lebih siap dan terarah," ucapnya.
Slamet menambahkan, dari pelatihan ini, pihaknya berharap tumbuh kesadaran bahwa pangan bukan sekadar produk ekonomi, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Maka, standarisasi dan pengawasan mutu harus dimulai dari produsen itu sendiri. (Dro)
| Bappenas Kaji Opsi Bendung Gerak dan Kolam Retensi untuk Bremi-Meduri Pekalongan |
|
|---|
| Jalan Rusak Belum Beres, Pemkot Pekalongan Gaspol Bangun Kantor Baru |
|
|---|
| Joko Purnomo: Kepedulian Gereja Santo Petrus Jadi Semangat bagi Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Pelat Jembatan Setono Pekalongan Ambles, DPUPR Lakukan Perbaikan Cepat |
|
|---|
| Cegah Campak, Dinkes Kota Pekalongan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi MR Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250707_Wakil-Wali-Kota-Pekalongan-Balgis-Diab_1.jpg)