Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Libur Sekolah

Akhir Libur Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Gelar Mini Fair di Stasiun Tawang

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang menghadirkan suasana berbeda di Stasiun Tawang

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
DOK KAI DAOP 4
Cap: MINI FAIR - Di akhir libur sekolah, Stasiun Tawang Semarang menggelar mini fair bertujuan agar stasiun sebagai ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang menghadirkan suasana berbeda di Stasiun Tawang dengan menggelar kegiatan Mini Fair selama tiga hari, mulai Jumat (11/7/2025) hingga Minggu (13/7/2025).

Agenda ini menjadi bagian dari upaya KAI menjadikan stasiun sebagai ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan, Mini Fair ini terbuka untuk masyarakat umum dan penumpang kereta api. 

Beragam aktivitas menarik disajikan, mulai dari pertunjukan musik, angkringan, pojok UMKM batik, jajanan pasar, pojok baca, pameran foto, drawing corner, permainan interaktif, kelas kecantikan, hingga sesi ngopi bareng.

“Mini Fair ini tidak hanya menghadirkan hiburan dan edukasi, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM lokal. Kami memberikan ruang strategis bagi para pelaku usaha mikro untuk memasarkan produk mereka secara langsung ke pengunjung,” jelas Franoto, Sabtu (12/7/2025).

Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari batik karya pengrajin lokal, jajanan tradisional, hingga kopi racikan khas daerah. 

Menurut Franoto, hal ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di sekitar jalur operasional KAI.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi melalui drawing corner, serta pengunjung yang ingin membaca di pojok baca yang berisi koleksi buku ringan bertema sejarah, budaya, dan dunia perkeretaapian.

“Suasananya makin hidup dengan adanya mini games dan beauty class yang banyak diminati kalangan muda, terutama perempuan,” imbuhnya.

Salah satu yang menarik perhatian adalah sesi ngopi bareng, yang dihadirkan untuk membangun interaksi lebih akrab antara penumpang, petugas stasiun, dan komunitas. 

KAI berharap ruang-ruang sosial semacam ini mampu memperkuat citra stasiun sebagai tempat yang ramah dan humanis.

Lebih lanjut, Franoto menyebut Mini Fair ini merupakan bagian dari transformasi layanan KAI yang tak lagi sebatas moda transportasi, tapi juga berperan membangun kedekatan dengan masyarakat luas.

“Kami ingin mengubah pandangan tentang stasiun, dari sekadar tempat naik turun penumpang, menjadi ruang budaya, ekonomi, dan interaksi sosial. Harapannya, stasiun bisa menjadi bagian dari dinamika kota yang inklusif,” ujarnya.

Mini Fair Daop 4 Semarang ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi stasiun sebagai pusat kegiatan masyarakat urban. (Rad)

Baca juga: Bupati Blora Tinjau Langsung Kesiapan Sekolah Rakyat, Rumah Baru bagi Siswa Kurang Mampu

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 7 Halaman 148 149 150, Kurikulum Merdeka: Sinta Hobby

Baca juga: Misteri Kematian Diplomat Menlu Arya Daru, Bambang Widjojanto: Ada Pesan Simbolik Pembungkaman

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved