Berita Blora
Hari Pertama MPLS, SDN 1 Patalan Blora Sepi Tanpa Murid Baru Meski Sudah Tawarkan Seragam Gratis
Mentari mulai muncul perlahan di atas langit Desa Patalan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Mentari mulai muncul perlahan di atas langit Desa Patalan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Jalanan menuju Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Patalan, tampak lengang. Tak ada orang tua yang mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah.
Padahal hari itu, hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Ruang kelas 1 yang biasanya jadi pusat keriuhan di hari pertama sekolah, kini hanya menyimpan diam.
Fasilitas meja dan kursi, di ruang kelas 1 itu, ditumpuk rapi. Debu halus menyelimuti permukaan meja dan kursi.
Di dalam ruangan itu, Dhian Mayasari, Kepala Sekolah SDN 1 Patalan, berdiri sendiri di samping meja guru.
Dengan tangan telanjang, ia mengusap debu dari meja. Gerakannya pelan, membersihkan debu-debu halus yang ada di meja.
Namun, sesekali matanya juga tak lepas dari kursi-kursi yang ditumpuk di atas meja, dan berdebu.
Ruang kelas itu sepi, sunyi. Tak ada anak yang datang. Bukan karena siswa-siswi izin tak masuk sekolah, melainkan di tahun ajaran baru ini, SDN 1 Patalan tidak mendapatkan murid baru.
"Biasanya di hari pertama MPLS, itu di ruang kelas 1 ini, kegiatannya perkenalan antara murid dan guru-guru, fasilitas sekolah, sarana-sarana."
"Tapi karena tahun ajaran baru ini kami nggak mendapatkan murid baru, ya ini ruang kelas 1 jadi sepi," jelasnya, saat ditemui, Senin (14/7/2025).
Kendati demikian, dalam masa MPLS, ada kegiatan untuk siswa-siswi kelas 2 sampai kelas 6.
"Kalau untuk kelas 2 sampai dengan kelas 6, kegiatannya itu perkenalan dengan wali kelas, terus pembagian jadwal piket, membuat kesepakatan kelas, terus menyampaikan jadwal pelajaran," terangnya.
Dhian menyampaikan baru tahun ajaran ini, SDN 1 Patalan, tidak mendapatkan siswa baru.
Tahun ajaran sebelumnya selalu mendapatkan siswa. Hanya saja, jumlah siswa terus menurun drastis, di setiap tahunnya.
| Tebang Pilih Kasus ASN Blora: Oknum Guru Genit Dicopot, 2 Kepala Puskesmas Selingkuh Masih Berkuasa |
|
|---|
| Ribuan Peserta BPJS PBI di Blora Masih Berstatus Nonaktif, DPRD Usul SKTM |
|
|---|
| DPRD Blora Desak 2 Kepala Puskesmas Terjerat Isu Perselingkuhan Diberhentikan Sementara |
|
|---|
| Nasib Guru yang Genit ke Siswi SMP Lewat Chat Tak Lagi Mengajar, Ini Tempat Kerja yang Baru |
|
|---|
| Efisiensi, Program Bantuan Rumah Baru di Blora ke Warga Terdampak Bencana hanya Dianggarkan 3 Unit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250714_Dhian-Mayasari.jpg)