Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Jateng Fashion Trend 2025: Perpaduan Elegansi dan Keberlanjutan dalam Tema "Eco Luxury"

Dalam upaya memperkuat sektor fashion di Jawa Tengah, Indonesia Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter bekerja sama dengan Renaissance

Istimewa
Karya busana Nofiana Suharyo/Novi Razaqa yang turut ditampilkan dalam Jateng Fashion Trend (JFT) 2025 - istimewa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dalam upaya memperkuat sektor fashion di Jawa Tengah, Indonesia Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter bekerja sama dengan Renaissance Romance Wedding Expo menghadirkan Jateng Fashion Trend (JFT) 2025 yang mengusung tema utama: “Eco Luxury”.

Acara ini menjadi wadah eksplorasi dan inovasi fashion yang tidak hanya elegan secara visual, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai keberlanjutan dan pelestarian budaya lokal.

Jawa Tengah dikenal sebagai pusat desain fashion custom-made yang kaya sentuhan personal dan nilai tradisional.

Dalam JFT 2025, kekuatan tersebut dikolaborasikan dengan pendekatan ready to wear agar dapat bersaing di era industri fast fashion.

Sentuhan handmade artisan yang khas akan tetap menjadi jiwa dari koleksi yang ditampilkan.

Sejumlah designer turut berpartisipasi dalam ajang ini seperti Samuel Wattimena yang mengusung tema Hoax and Seven Sins. Kemudian designer lain seperti Elkana Gunawan Tan, Novi Razaqa, Vivid Lazarus, Ganjar Widiantoro, Stefani Bertha, dan sejumlah nama-nama lain.

JFT 2025 tidak hanya menghadirkan para desainer, tetapi juga menggandeng berbagai pihak dari sektor wedding, ekonomi kreatif, pemerintah daerah, hingga institusi keuangan.

Kolaborasi ini memperkuat posisi Semarang sebagai kota kreatif sekaligus pusat pertumbuhan industri fashion Jawa Tengah.

Ketua IFC Semarang Chapter, Sudarna Suwarsa, menyatakan, tema Eco Luxury bukan hanya tren, tetapi bagian dari tanggung jawab.

"Tentunya kita sebagai pelaku industri untuk mengedepankan proses yang ramah lingkungan dan memberdayakan pengrajin lokal," kata dia dalam jumpa.pers, Minggu (13/7/2025).

"Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam wastra dan kriya, dan melalui JFT, kita ingin mempertemukannya dengan selera fashion masa kini yang lebih sadar dan berkelanjutan," jelasnya.

JFT 2025 juga menjadi momentum memperkuat ekosistem fashion berkelanjutan, dengan melibatkan pengrajin batik, penenun, dan pelaku wastra dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Kolaborasi dari hulu ke hilir akan menjadi kekuatan utama, sekaligus memperluas nilai ekonomi kreatif daerah.

Dibagian lain, pengunjung juga disambut oleh instalasi visual bertema Eco Luxury yang dipajang eksklusif di Lobby Renaissance Ballroom selama acara berlangsung (11–13 Juli 2025).

Puncak acara berupa fashion show akan digelar pada Minggu, 13 Juli 2025, menampilkan karya para desainer terkurasi dari Jawa Tengah dan nasional, dalam dua sesi menawan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved