Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Masih Ujicoba, Armada Bus Trans Subsidi Rp16 Miliar Langsung Rusak, Per Suspensi Patah

Antusiasme tinggi masyarakat terhadap layanan Bus Trans-Sulsel justru menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Perhubungan

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
BUS RUSAK - Launching dua koridor Trans Sulsel di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Senin (14/7/2025). Total anggaran Rp1,7 miliar subsidi diberikan ke Trans Sulsel untuk dua koridor. Dok Tribun Timur 

TRIBUNJATENG.COM - Antusiasme tinggi masyarakat terhadap layanan Bus Trans-Sulsel justru menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan.

Beberapa armada Trans-Sulsel dilaporkan mengalami kerusakan hanya dalam sepekan masa uji coba karena kelebihan beban penumpang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dishub Sulsel, Andi Erwin Terwo, usai peluncuran resmi dua koridor layanan Trans-Sulsel di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Senin (14/7/2025).

Menurut Andi, lonjakan jumlah penumpang selama masa uji coba melebihi kapasitas normal yang ditentukan.

Bahkan, dalam beberapa kasus, satu unit bus harus menampung penumpang hingga 200 persen dari kapasitas seharusnya.

Minat masyarakat terhadap Trans-Sulsel sangat tinggi, tetapi sayangnya hal ini menyebabkan beberapa armada tidak mampu menahan beban berlebih dan mengalami kerusakan.

“Dalam beberapa hari terakhir, terjadi lonjakan penumpang hingga 200 persen. Bus yang seharusnya mengangkut 19 hingga 25 orang, justru diisi hingga 40 sampai 60 orang,” katanya.

Akibat beban berlebihan, empat unit bus rusak, terutama pada bagian per kendaraan yang patah. 

Pemerintah kemudian mempertimbangkan berbagai langkah penyesuaian, termasuk meninjau ulang regulasi sistem perhitungan pendapatan berbasis kinerja atau skema Buy The Service (BTS).

Saat ini, dua koridor Trans-Sulsel sudah beroperasi dengan jumlah armada, 27 bus.

Sementara itu, satu koridor tambahan, yaitu Koridor 3, masih belum dijalankan.

Hal itu disebabkan, hasil uji coba sebelumnya menunjukkan load factor yang rendah, serta kondisi jalur sempit dan rawan gangguan operasional.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, megatakan jika pemerintah menyadari tantangan dalam menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik seperti Trans-Sulsel.

“Model seperti ini sudah beberapa kali dijalankan, termasuk Trans Mamminasata dan Teman Bus.

Umumnya, saat layanan gratis, masyarakat ramai, tapi begitu mulai berbayar, pengguna turun drastis,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved