Berita Pekalongan
BI Tegal Siapkan Rp1 Miliar untuk Penukaran Uang di Pekalongan
BI menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar untuk melayani penukaran uang rupiah di empat titik pasar tradisional di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar untuk melayani penukaran uang rupiah di empat titik pasar tradisional di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin BI guna memastikan ketersediaan uang layak edar di tengah masyarakat.
Penukaran uang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (14/7/2025) hingga Rabu (16/7/2025), dengan menyambangi empat pasar, yakni Pasar Comal, Pasar Grosir Setono, Pasar Grogolan, dan Pasar Sorogenen.
Baca juga: Lulus Pelatihan, 196 Warga Kota Pekalongan Siap Terjun ke Dunia Kerja
Layanan dilakukan melalui mobil kas keliling milik BI, yang bekerja sama dengan sejumlah perbankan di wilayah Tegal dan Pekalongan.
"Untuk kegiatan kali ini kami laksanakan di empat titik pasar.
Mulai Senin di Pasar Comal, Selasa pagi di Pasar Grosir Setono, siangnya di Pasar Grogolan, dan Rabu pagi di Pasar Sorogenen," ujar Administrator Perkasan BI Tegal, Tri Aji Mulyadi, di sela kegiatan penukaran uang di Pasar Grogolan, Selasa (15/7/2025).
Aji mengungkapkan, bahwa BI menyediakan kuota 50 paket penukaran per lokasi, dengan total 200 paket selama tiga hari pelaksanaan.
Satu paket terdiri dari pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 2 juta, Rp10.000 sebanyak Rp 1 juta, Rp 5.000 sebanyak Rp 500 ribu, dan Rp 2.000 sebanyak Rp 200 ribu dengan nilai total Rp 3,7 juta per orang.
"Warga yang ingin menukarkan uang diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR atau laman https://pintar.bi.go.id minimal tiga hari sebelum jadwal kegiatan."
"Kami rutin menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga, kualitas dan kelayakan uang beredar.
Selain uang baru, masyarakat juga bisa menukarkan uang rusak melalui mobil kas keliling ataupun langsung ke Kantor BI Tegal setiap hari Selasa dan Kamis," tambah Aji.
Umbul Fadilah (24) pedagang pakaian asal Krapyak Kota Pekalongan mengaku, rutin memanfaatkan layanan BI untuk mendapatkan stok uang kecil.
"Sekarang bisa dapat 100 lembar pecahan.
Dulu waktu Lebaran cuma 25 lembar karena dibatasi.
Penukarannya juga lebih gampang, tinggal daftar lewat link, nggak perlu antre panjang," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ade Maulana Gani, warga Samborejo, Tirto, Kabupaten Pekalongan.
Ia merasa sistem penukaran uang BI kini lebih modern dan efisien.
"Baru buka link di aplikasi, langsung bisa daftar.
Nggak pakai antre lama.
Saya tukar Rp 1,5 juta pecahan kecil buat kebutuhan harian," katanya. (Dro)
Baca juga: Isi Kekosongan Jabatan, 50 Pejabat Baru Dilantik Wali Kota Pekalongan Aaf
| Viral Video Puting Beliung Terjang Pemukiman, Camat Petungkriyono Beri Klarifikasi Lokasi Asli |
|
|---|
| TPAKD Diperkuat, OJK Tegal Targetkan Akses Keuangan Merata hingga Desa |
|
|---|
| Pemkot Pekalongan Tancap Gas Sinkronkan Program, Hindari Tidak Tumpang Tindih dengan Pusat |
|
|---|
| Plt Bupati Sukirman : Pembangunan Tak Hanya Fisik, Peran MUI Penting Bentuk Karakter Umat |
|
|---|
| Polisi Sita 82 Motor, Hendak Balap Liar di Exit Tol Setono Pekalongan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250715_penukaran-uang-baru-di-Pasar-Grogolan.jpg)