kominfo kota pekalongan
Lulus Pelatihan, 196 Warga Kota Pekalongan Siap Terjun ke Dunia Kerja
Sebanyak 196 warga Kota Pekalongan dinyatakan lulus, mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan LPKS dan BLKK.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 196 warga Kota Pekalongan dinyatakan lulus, mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK).
Program ini ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, Senin (14/7/2025), di ruang Jlamprang setda setempat.
Baca juga: Isi Kekosongan Jabatan, 50 Pejabat Baru Dilantik Wali Kota Pekalongan Aaf
Program pelatihan ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan dengan sejumlah LPKS dan BLKK yang tersebar di wilayah kota.
Peserta pelatihan sebelumnya telah menjalani seleksi ketat dari 336 pendaftar, hingga akhirnya terpilih 196 orang yang lolos seleksi tertulis dan wawancara.
"Alhamdulillah, pelatihan sudah selesai. Tapi ini bukan akhir perjalanan. Saya harap peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan terus mengembangkan keterampilan untuk menghadapi tantangan dunia kerja," ujar Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (15/7/2025).
Menurut Balgis, peserta tersebar di berbagai bidang pelatihan sesuai minat dan kebutuhan pasar kerja, mulai dari otomotif, tata rias, tata boga, hingga pelatihan mengemudi.
"Kami berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, agar lebih kompeten dan berdaya saing di tengah ketatnya kompetisi dunia kerja saat ini," ujarnya.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan Betty Dahfiani Dahlan menjelaskan, bahwa program ini ditujukan bagi warga Kota Pekalongan yang belum bekerja atau kuliah, berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani, dan belum pernah mengikuti pelatihan sejenis dari dinas.
"Pelatihan berlangsung selama beberapa minggu dan diakhiri dengan uji sertifikasi kompetensi oleh tiga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada 12-13 Juli 2025. Saat ini, hasil sertifikasi masih dalam proses penilaian oleh LSP."
"Sertifikat yang diterbitkan nantinya merupakan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ini menjadi nilai tambah bagi peserta saat melamar pekerjaan, bahkan bisa membuka peluang untuk berwirausaha," ungkapnya.
Baca juga: Segini Besaran Gaji Ketua RT Terbaru di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah
Kamalia peserta LPKS warga Buaran, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan mengemudi mobil. Ia berharap, keahlian ini bisa membantunya mandiri secara ekonomi.
"Pelatihannya sangat membantu. Sekarang saya sudah percaya diri mengemudi sendiri dan ingin bekerja sebagai pengemudi online. Di kelas saya, ada lima perempuan, dan semua dibimbing dengan baik," ujarnya. (Dro)
| Cegah Predator Seksual Masuk Pesantren, Pengasuh Ponpes Ikuti Pelatihan Khusus |
|
|---|
| Nawal Yasin: Anak Butuh Pendampingan, Bukan Tekanan |
|
|---|
| Rumah Livelihood Jadi Senjata Baru Hadapi Rob dan Kemiskinan Pesisir di Pekalongan |
|
|---|
| 30 Kebakaran Terjadi, Damkar Ingatkan Bahaya Api di Musim Kemarau |
|
|---|
| 28 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkot Pekalongan Libatkan PKK dan Ponpes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250715_Wakil-Wali-Kota-Pekalongan-Balgis-Diab-menutup-pelatihan-kerja_1.jpg)