Berita Ungaran
BREAKING NEWS Beras Berbeda Warna Ditemukan di Ungaran, Oplosan?
Pemilik Toko Kartika di Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Muntiari (53)
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN – Pemilik Toko Kartika di Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Muntiari (53) tengah sibuk merapikan sejumlah kemasan beras di tokonya.
Tangannya berhenti sejenak saat membuka dan mengecek isi satu kemasan beras premium yang sudah dibuka.
Hal itu dilakukannya seusai mencuat kabar isu beras oplosan di tingkat pedagang.
Baca juga: Warga Jepara Resah Isu Beras Oplosan, Keluhkan Kualitas Nasi Premium Turun
Dia menyatakan, menemukan perbedaan warna pada beras dalam kemasan warna hijau yang dijualnya.
“Saya buka sendiri setelah sebelumnya ada polisi datang untuk memeriksa dan ada ramai-ramai soal beras.
Ini ada sebagian beras yang warnanya putih sekali, seperti ketan.
Entah kecampuran atau bagaimana, saya tidak tahu,” ujar Muntiari saat ditemui, Rabu (16/7/2025).
Dia belum mengetahui secara pasti terkait perbedaan warna tersebut sudah terjadi sejak lama dan menjadi hal yang normal atau tidak.
Meskipun demikian, Muntiari mengaku belum menerima keluhan dari pelanggan.
Dia menyebut beras lokal dengan harga terjangkau justru menjadi yang paling laris.
“Harga kemasan saya sekitar Rp75 ribu sampai Rp77 ribu.
Kalau saya coba nasinya, ya rasanya seperti sama saja,” imbuh Muntiari.
Dia menambahkan, pasokan beras ke tokonya mulai berkurang sejak isu oplosan menyeruak. “Biasanya satu truk datang, tapi yang ini tidak dikirim-kirim,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebut terdapat 212 merek beras yang diduga tidak sesuai standar dan terindikasi oplosan.
Sejumlah merek di antaranya disebut beredar di wilayah Jawa Tengah.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari distributor maupun produsen terkait temuan beras bercampur tersebut.
Meski isu tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang, reaksi masyarakat nampaknya cenderung lebih tenang.
Baca juga: Agustina Janji Buru Pengedar Beras Oplosan di Semarang, Aktifkan Srikandi Bantu Satgas Pangan
Bagi Andi Ariyanto (46), warga Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, isu beras oplosan tidak terlalu memengaruhi kebiasaannya.
“Biasa saja dan seperti tidak ada ada yang beda.
Ini ada isu begini saya tetap makan nasi, karena suatu saat saya pasti lapar dan butuh nasi,” pungkas dia. (*)
| Dishub Ungkap 85 Persen Kecelakaan di Exit Tol Bawen Akibat Human Error dan Kelebihan Muatan |
|
|---|
| Siswa Asrama dan Panti Asuhan Semarang Belajar Menjaga Kesehatan Kulit dan Gigi Bareng Ahli |
|
|---|
| BREAKING NEWS Tanggul Sungai Legi Jebol, 13 Rumah di Desa Rowoboni Semarang Terendam Air |
|
|---|
| Viral Video Puluhan Pompa Air Hilang di Semarang, Ternyata Kejadian Aslinya di Magelang |
|
|---|
| Sopir Asal Pemalang Tewas Usai Tabrak Median Jalan dalam Kecepatan Tinggi di Tol Semarang-Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250716_Pemilik-Toko-Kartika-melayani-pembeli-beras_1.jpg)