Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Lurah dan Kepala Desa di Jateng Sambut Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih

Sedikitnya 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Klaten, Senin (21/7/2025).

Tayang:
Humas Pemprov Jateng
PELUNCURAN - Presiden Prabowo Subianto resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM,KLATEN - Sedikitnya 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7/2025).

Peluncuran dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Arie, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Kegiatan itu dihadiri 8.523 kepala desa dan lurah se-Jawa Tengah. Mereka menyambut antusias keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di desanya masing-masing. 

Baca juga: Menilik Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Toko Kelontong Dilengkapi Tempat Nongkrong

Kepala Desa Kertasari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Herman Budi Hartanto antusias dengan peluncuran program itu. KDMP  diyakini mampu mengangkat perekonomian desa dan menciptakan desa mandiri. 

"Desa diharapkan memiliki potensi yang bisa digali dengan pembiayaan dari koperasi, sehingga bisa membiayai kegiatan di desa tanpa ketergantungan lagi dengan dana pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, desanya  sudah ada koperasi simpan pinjam yang didanai oleh Bumdes KartasarI sebelum adanya KDMP.  

Adanya tambahan Koperasi Desa Merah Putih akan semakin menguatkan perekonomian desa. 

“Berkembangnya koperasi desa bisa mendorong kegiatan-kegiatan desa, masyarakat juga akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada akhir tahun," tuturnya.

Kepala Desa Klambu, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Yanti, mengatakan Koperasi Desa Merah Putih yang akan dikembangkan di desanya diharapkan mampu mengembangkan potensi desa.

Selain itu juga dapat memberikan pinjaman dengan bunga kecil.

Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan menjadi pembeli gabah hasil panen petani desa setempat. 

Gabah  akan diolah sendiri dan dijual sendiri melalui koperasi tersebut.

Kemudian menjual bahan pokok dan gas elpiji dengan harga terjangkau.

"Banyak sekali potensi yang bisa diserap. Anak-anak muda juga dapat mengembangkan usaha dengan bantuan dari koperasi, lalu mereka juga bisa lepas dari pinjol yang membuat harta benda habis," tuturnya.

Lurah Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Erkamto Warsono mengatakan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di wilayahnya akan mengangkat potensi kelurahan. 

Mulai kegiatan simpan pinjam, penjualan bahan pokok, sampai menampung produk UMKM di Kelurahan Tlogosari Wetan.

"Koperasi ini untuk mengangkat perekonomian di wilayah. Ke depan juga akan merangkul semua UMKM di untuk sinkronisasi dengan KKMP,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan kebijakan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan itu memihak kepada masyarakat desa, sehingga ke depan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Koperasi Merah Putih ini adalah idenya Presiden yang membuat masyarakat kita lebih sejahtera," tuturnya. 

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan, peluncuran Koperasi Merah Putih tersebut merupakan awal dari sejarah kebangkitan koperasi di Indonesia. 

Baca juga: 8081 Koperasi Desa/Kelurahan Terbentuk, Menkum Apresiasi Kinerja Notaris Indonesia

Konsep koperasi selalu diidentikkan dengan orang lemah atau untuk mereka yang lemah.

Mereka yang sudah kuat tidak mau berurusan dengan koperasi atau menjadi anggota koperasi.

"Hari ini kita mulai sejarah besar. Konsepnya seperti lidi, satu lidi lemah tapi kalau ratusan lidi disatukan ini alat yang bisa membantu kita. Jadi, dari lemah, lemah, lemah, menjadi kekuatan, ini adalah konsep koperasi. Dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Ini adalah konsep koperasi, konsep gotong royong," ujarnya.(rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved