Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Miliki Kopi Berkualitas, Pemkab Kendal Buka Opsi Perluas Pasar Internasional

Di Kendal terutama wilayah atas memiliki beragam kopi jenis arabika, robusta, dan liberika dengan kualitas cukup bagus.

Tayang:
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Agus Salim Irsyadullah
RENCANA BISNIS KOPI - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berencana untuk memperluas pasaran kopi Kendal di pasar internasional, Kamis (24/7/2025). Beberapa jenis kopi lokal Arabika, liberika, dan robusta disiapkan untuk menembus pasar ekspor di Sue Machi Jepang. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal berencana menjajaki perluasan pasar ekspor untuk komoditas kopi.


Di Kendal terutama wilayah atas memiliki beragam kopi jenis arabika, robusta, dan liberika dengan kualitas cukup bagus.


Peluang ini, akan dijajal Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari untuk mengharumkan Kendal dalam komoditi internasional, termasuk Kota Sue Machi di Jepang.


Bupati yang akrab disapa Tika menilai, produk kopi lokal Kendal cukup melimpah dan mempunyai kualitas bagus.


"Kopi asli Kendal menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian Sue Machi, salah satu kota di Jepang," katanya, Kamis (24/7/2025).


Tak hanya kopi, Tika melanjutkan jika pasar Sue Machi juga tertarik dengan komoditi lain di sektor perikanan, khususnya budi daya udang vaname yang sudah merambah ke pasar ekspor.


Namun, ia belum bisa memastikan kapan penandatanganan kerja sama ini bisa diteken. Pemkab Kendal masih menunggu keberlanjutan langkah dari Sue Machi.


"Pihak Sue Machi dijadwalkan akan melakukan kunjungan langsung ke Kendal untuk melihat potensi yang ada secara lebih dekat," sambungnya.


Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menilai kopi dan udang vaname dari Kendal punya potensi besar merambah pasar ekspor.


Terlebih, kopi Kendal sempat menempati peringkat kedua dengan peminat terbanyak di Jawa Tengah sejak beberapa waktu lalu.


"Ini menunjukkan bahwa dari sisi kuantitas dan kualitas, kita sebenarnya sangat kompetitif,” jelas Pandu.


Pandu menuturkan, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada petani, terutama praktik pertanian organik dan peningkatan kualitas produk agar dapat memenuhi standar pasar Jepang.


"Jepang kan dikenal memiliki budaya konsumsi sehat dan ketat dalam aspek kualitas produk. Makanya kita harus benar-benar selektif," tandasnya. (ags) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved