Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Upaya Pemprov Menangani Banjir Di Sayung Demak Kini Telah Surut

Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menangani banjir rob di Sayung Demak membuahkan hasil.

Tayang:
Tribun Jateng/Humas Pemprov Jateng
Surut-Kondisi banjir rob Jalan Pantura di Sayung Demak telah surut, Kamis (24/7/2025). Masyarakat dapat kembali beraktivitas. 

TRIBUNJATENG.COM,DEMAK -- Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menangani banjir rob di Sayung Demak membuahkan hasil. 

Masyarakat dapat kembali beraktivitas normal setelah air pasang surut. Air pasang yang biasanya melanda perkampungan dan jalur Pantura telah surut dan sebagian kering. Jalan Pantura yang biasanya macet akibat air pasang, kini telah lancar.

Habib, warga Kudus, mengaku senang karena perjalanannya ke Semarang, tidak lagi dihadang air rob di wilayah pantura Sayung. Dia bersama istri dan balitanya, merasa nyaman dalam perjalanan kali ini.

“Senang karena sudah tidak kena macet. Tidak ada rob lagi,” kata Habib, Kamis (24/7/2025).

Dia menuturkan, setiap seminggu sekali melakukan perjalanan ke Semarang, dan melintasi pantura Sayung. 

Namun, perasaannya kali ini berbeda. Habib tidak lagi was-was kendaraannya rusak, karena air asin.

“Jadi lancar dan tidak lagi mikir khawatir perawatan kendaraan, karena air rob bisa bikin karatan,” lanjutnya.

Habib mengapresiasi langkah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam penanganan rob di Sayung di antaranya  pompanisasi.

“Saya rasa upaya pompanisasi itu maksimal, sehingga tidak ada lagi genangan,” tuturnya.

Begitu juga Ali Warsisdi, seorang sopir truk yang tenang saat melintas di pantura Sayung tanpa ada kemacetan dan air rob yang tinggi. Bagi pengguna jalan, terutama sopir armada angkut, kondisi lancar tanpa rob adalah harapan besar.

“Ya senang karena tidak ada lagi rob. Harapannya kondisinya begini terus,” ucapnya.

Tidak hanya jalan pantura, pompanisasi juga menjadi solusi bagi warga Dusun Lengkong Desa Sayung yang sudah berbulan-bulan hidup dikepung banjir. Kali ini, air benar-benar surut dan aktivitas warga normal.

Nasekha, warga Dusun Lengkong mengatakan, sudah sepekan air banjir surut dan kering. Kondisi itu membuatnya lega dan bisa hidup lebih nyaman.

“Banjir itu sudah sejak enam bulan lalu. Tapi sekarang sudah kering, ya sekitar satu minggu,” paparnya.

Nasekha menceritakan, selama banjir, dia dan warga yang lain hidup tidak tenang. Bahkan, untuk tidur saja susah dan harus membuat papan-papan kasur yang lebih tinggi. Bahkan, sebagian lagi terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved