Berita Semarang
Wali Kota Semarang: Festival Cheng Ho Diincar Dunia Internasional
Festival Cheng Ho 2025 kembali digelar meriah di Kota Semarang dan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Festival Cheng Ho 2025 kembali digelar meriah di Kota Semarang dan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, festival ini telah menjadi perhatian dunia internasional dan akan dikembangkan melalui perencanaan strategis hingga tahun 2026.
“Saya kira Festival Cheng Ho 2025 ini menjadi sebuah fenomena. Saya tahu ini adalah sebuah festival yang diincar oleh dunia internasional. Maka segala sesuatu harus disiapkan dengan baik,” kata Agustina pada kegiatan yang digelar di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang tersebut, Minggu (27/7/2025).
Agustina memaparkan, peringatan 620 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho akan menjadi titik tolak pengembangan jalur budaya dan wisata.
Secara khusus, anggaran 2026 akan diarahkan untuk pengembangan pariwisata yang berkaitan dengan Laksamana Cheng Ho dan jalur “Sutra”.
"Khusus perhatian untuk pariwisata yang berkaitan dengan Laksamana Cheng Ho, yang berkaitan dengan jalur Sutra, hari ini kita putuskan untuk kita kembangkan secara maksimal," jelasnya.
Agustina menyebut, Pemkot Semarang berjanji untuk membangun kembali jembatan penghubung yang akan menunjang jalannya karnaval Cheng Ho.
Jembatan ini nantinya akan dihias dengan lampion-lampion bergaya Pecinan tempo dulu, menyatu dengan revitalisasi kawasan Semarang Lama—termasuk Kota Lama, Kampung Melayu, dan Pecinan.
"Kita sepakat, mudah-mudahan tahun 2026 semua bisa terselesaikan dengan baik, baik infrastruktur maupun hiasannya.
Untuk apa? Untuk tahun 2027, wisatawan kita harapkan lebih banyak hadir sehingga perekonomian Kota Semarang menjadi semakin maju," katanya.
Festival Cheng Ho selama ini memang menjadi sorotan karena mengangkat nilai sejarah, toleransi, dan kekayaan budaya lintas etnis yang hidup harmonis di Semarang.
Tahun ini, Pemkot menilai penyelenggaraan festival lebih baik dibanding tahun sebelumnya, dan berkomitmen agar tahun depan lebih meriah lagi.
“Izinkan Pemkot Semarang beserta jajarannya untuk lebih banyak membantu, berperan, sehingga menjadi lebih besar dan lebih baik lagi," sambungnya.
Lebih lanjut, Agustina menjelaskan bahwa Kota Semarang kini terlibat aktif dalam jaringan kerja sama internasional Jalur Sutra Maritim. Beberapa kota dunia yang termasuk dalam jaringan tersebut telah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Semarang.
"Jalur Sutra Maritim, kita sudah bekerja sama dengan berbagai macam kota dunia yang memiliki jalur sutra maritim. Kota Semarang salah satunya. Ini tadi ada utusan dari kantor aliansi kota jalur sutra maritim yang datang untuk melihat persiapan," ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan peran Semarang dalam jejaring ini, Pemkot tengah merancang pembangunan Posko Maritim. Posko ini akan menjadi pusat informasi dan aktivitas terkait sejarah serta budaya maritim dalam konteks Jalur Sutra.
"Tempatnya (entah) di dekat gedung lama atau sebelah POJ atau mana, besok pada saat kita rapat anggaran akan dilakukan. Itu milik Pemkot," imbuhnya. (idy)
| Tribun Jateng Ulang Tahun Ke-13, Perayaan Sederhana Penuh Makna |
|
|---|
| Jalan Pramuka Pudakpayung Semarang Diperbaiki, Bagian dari Program IJD |
|
|---|
| Portal Pembatas Kendaraan Dipasang di Jrakah, Langsung Beroperasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 29 April 2026: Hujan |
|
|---|
| Gara-gara Tak Ada Tanda Tangan Menteri, Pejabat dari Jakarta Tersingkir Jadi Sekda Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250727_Agustina-Wilujeng-Pramestuti.jpg)