PSIS
Dinilai Terlalu Defensif, Pelatih PSIS Semarang: Ini Soal Pembelajaran
Meski harus mengakui keunggulan PSIM Yogyakarta dalam laga uji coba, PSIS Semarang menunjukkan
Penulis: hermawan Endra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Meski harus mengakui keunggulan PSIM Yogyakarta dalam laga uji coba, PSIS Semarang menunjukkan pendekatan taktik bertahan yang dinilai efektif sebagai bagian dari adaptasi sistem permainan baru.
Menanggapi pertanyaan soal gaya bermain PSIS yang dinilai lebih bertahan, pelatih Kahudi Wahyu menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari pembelajaran taktis.
“Kami ajarkan pemain bagaimana kondisi tanpa bola.
Kalau bisa mendesain pertahanan yang baik, maka transisi menyerangnya akan lebih bagus,” ucapnya, Rabu (30/7).
Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan pendekatan bertahan, karena tujuannya adalah mengasah pemahaman pemain terhadap tiga momen penting dalam sepak bola: menyerang, bertahan, dan transisi.
“Ini bukan soal defensif, tapi soal pembelajaran dan kedisiplinan sistem,” tambah Kahudi.
PSIS diketahui sedang membangun tim dengan kedalaman skuad yang merata agar siap menghadapi sistem kompetisi panjang.
| Siapa yang Pantas Gantikan Ega Raka Galih di Kursi Pelatih PSIS Semarang? Ini Deretan Beberapa Nama |
|
|---|
| Sesumbar Ega Raka Akan Balas Dendam Tak Terbukti, PSIS Kalah Lagi, Kini Salahkan Pemain Belakang |
|
|---|
| Mampukah Ega Raka Buktikan Omongannya Ingin PSIS Semarang Balas Dendam di Kandang Persiku Kudus? |
|
|---|
| Perwakilan Investor Baru PSIS Semarang Temui Snex dan Panser Biru |
|
|---|
| Mampukah PSIS Semarang Curi Poin di Kandang Persela Lamongan? Ega: Kami Wajib Kerja Keras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250730_psis.jpg)