Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Abrasi di Pantura

Cerita Yudi Roban Timur Batang Rumah Digusur Laut Empat Kali Akibat Abrasi

Wahyudi (66) hidup sebatang kara dengan menempati rumah sederhana berdinding kayu di pesisir  Roban Timur, Desa Sengon.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
TERBENGKALAI - Hariyadi (33) menunjukkan bangunan warung yang ditinggal pemiliknya akibat abrasi di pesisir Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (1/6/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wahyudi (66) hidup sebatang kara dengan menempati rumah sederhana berdinding kayu di pesisir  Roban Timur, Desa Sengon, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Di balik kesederhanaan itu,  Yudi sudah empat kali memindahkan rumahnya akibat abrasi yang cukup masif terjadi di kawasan tersebut. 

Wahyudi ketika ditemui Tribun sore itu sedang memilah botol-botol plastik di depan rumahnya yang berukuran sekira 4 meter x 7 meter.

Yudi, sapaannya, meskipun hidup di pesisir pantai tetapi memiliki pekerjaan sampingan sebagai buruh rongsok demi memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga: Telanjang Keberuntungan, Pria Ini Menang Gugatan Rp 205 Juta dari Google

Baca juga: Jangkauan Program Desalinasi Pempov Jateng Terus Diperluas

Baca juga: Masih Ada Kasus Ijazah Ditahan Perusahaan di Semarang, Kepala Disnakar: Kami Tindaklanjuti

“Saya sudah empat kali pindah rumah selama empat tahun terakhir. Dulu rumah saya yang pertama di sana sekitar 40-50 meter dari sini.

Sekarang lihat sendiri di sana sudah menjadi laut,” ungkap Yudi sembari menunjuk ke arah tengah laut dengan jari telunjuknya,  Sabtu (1/6/2025).

Kondisi rumah Yudi saat ini juga sudah terancam tenggelam kembali.

Sebab, air rob kadangkala masuk ke dalam rumah saat air laut pasang sedang tinggi.

Untuk mengantisipasi air kembali masuk, Yudi memasang papan kayu setinggi 30 sentimeter di depan rumahnya yang difungsikan berfungsi sebagai penahan air.

“Kalau mau memindahkan rumah ke arah belakang sudah tidak bisa karena di belakang rumah ada tambak ikan,” kata Yudi.

Jarak rumah Yudi dengan permukiman warga terdekat sekitar 500 meter.  

Jarak rumahnya dengan bibir pantai kini tinggal sekitar 5 meter.  

Rumahnya tersebut tidak ada aliran listrik meskipun jarak rumah Wahyudi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  Batang sekitar 2 kilometer.  

PLTU Batang beroperasi berbahan bakar batu bara dengan menghasilkan listrik kapasitas 2 x 1.000 Mega Watt (MW) .  

Sementara, Yudi hanya mengandalkan lampu teplok untuk penerangan saat malam hari. 

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved