Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Pemkab Jepara Tetap Buka Investor Lain Tanpa Nabrak Regulasi

Pemerintah Kabupaten Jepara tetap membuka pintu selebar - selebarnya kepada para investor untuk bisa menanam modal

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
BUPATI JEPARA - Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat ditemui di ruang pringgitan Pendopo Kabupaten Jepara.Pemerintah Kabupaten Jepara tetap membuka pintu selebar - selebarnya kepada para investor untuk bisa menanam modal di Kabupaten Jepara dengan syarat tidak melanggar regulasi yang ada. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara tetap membuka pintu selebar - selebarnya kepada para investor untuk bisa menanam modal di Kabupaten Jepara dengan syarat tidak melanggar regulasi yang ada.


Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan sebenarnya sampai saat ini Pemda Jepara tetap masih membuka selebarnya kepada para investor yang ingin masuk di kota kerap dikenal dengan ukirannya.


"Kami pemerintah ini wellcome untuk terbuka sekali untuk investasi, kami tidak menolak," kata Bupati Jepara kepada Tribunjateng, Selasa (5/8/2025).


Namun untuk permasalahan investasi rencana pembangunan kandang babi di Kabupaten Jepara, Pemkab Jepara tetap milih untuk berpegang teguh dari keputusan NU dan MUI.


Dari hasil putusan tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Jepara tidak bisa mengeluarkan ijin perusahaan peternakan babi untuk menanam investasi.


"Kami mengikuti arahan dari MUI dan NU. Karena sebagai pemerintah kami tidak boleh menolak investasi yang sesuai regulasi yang tidak boleh itu menabrak regulasi atau undang-undang," ucapnya.


Sebenarnya kata dia, rencana investasi kandang babi itu tidak menyalai regulasi yang ada namun tidak sesuai dengan kultur masyarakat Kabupaten Jepara mayoritas beragama muslim.


"Saat ini yang ditabrak nilai syariat ke agama Islam sebagai banyak di anut masyarakat Kabupaten Jepara.Pertimbangan lain pemerintah mau mengijinkan atau tidak," ujarnya.


Menurutnya jika investasi tersebut tetap dijalankan akan membuat kegaduhan di tengah masyarakat.


Sehingga permasalahan tersebut memang harus dibahasa secara hati-hati.


Hal demikian juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemom.


"Kalau membuat tidak nyaman, mungkin dari beliau (Wagub Jateng), mewakili pemerintah untuk kehati-hati memang kami terbuka investasi," tutur Bupati Jepara.


Orang nomor satu di Kabupaten Jepara pun mempersilahkan jika adanya pembahasan ulang terkait investasi kandang babi di Kabupaten Jepara.


Diketahui nilai investasi yang ditawarkan cukup menggiurkan dari perusahaan kandang babi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.


Perusahaan tersebut menjanjikan akan menyumbang retribusi per ekornya Rp 300 ribu, sedangkan kapasitas yang akan dibuka sampai 2-3 juta ekor pertahun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved