Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Aysah Bermimpi Jadi "Minions" di Porsema XIII 2025 Grobogan

Porsema XIII Grobogan menjadi panggung besar bagi 1.970 pelajar dari 200 sekolah Ma’arif NU se-Kabupaten Grobogan.

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Faizal M Affan
PORSEMA 2025 GROBOGAN - Kabupaten Grobogan menggelar Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama (Porsema) XIII tahun 2025 yang diikuti 1.970 pelajar. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Senyum Aysah tampak merekah saat memasuki arena pertandingan.

Siswi MA Banat Tajul Ulum itu sudah menantikan momen ini sejak tiga bulan lalu, saat ia mulai berlatih bulu tangkis demi berlaga di Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama (Porsema) XIII tahun 2025.

“Latihannya sejak tiga bulan yang lalu. Harapannya semoga bisa juara,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Cintanya pada olahraga tepok bulu itu bermula dari layar kaca. Ia ingat betul, pertama kali hatinya tertarik saat melihat aksi ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon duo yang akrab dijuluki "Minions" bertanding dengan sorakan meriah penonton.

Baca juga: 10.000 Siswa dan Guru Meriahkan Porsema Ke-9 Ma’arif NU Batang, Tunjukkan Potensi Daerah

“Seru saja lihatnya. Pengen jadi seperti mereka,” ucapnya sambil tersenyum malu.

Di rumah, Aysah tak pernah berlatih sendirian. Ayahnya setia menjadi partner sekaligus supporter.

Sementara di sekolah, ia mendapat bimbingan dari guru olahraga. 

“Seminggu latihannya bisa empat kali, biasanya sehabis jam pelajaran,” tambahnya.

Tahun ini, Porsema XIII Grobogan menjadi panggung besar bagi 1.970 pelajar dari 200 sekolah Ma’arif NU se-Kabupaten Grobogan.

Mereka bertanding dalam 28 cabang lomba yang terbagi dalam dua kategori: olahraga dan seni.

Ketua Panitia Porsema XIII, Ahmad Zaki Iqbal, mencatat cabang seni diikuti 553 peserta, sementara olahraga diikuti 1.417 peserta.

“Ini menunjukkan tingginya semangat dan antusiasme sekolah-sekolah Ma’arif dalam menggali serta menampilkan potensi terbaik para siswanya,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan, H. Fahrurrozi, menegaskan Porsema bukan hanya soal menang atau kalah.

“Ini ajang mengasah bakat, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat kebersamaan. Juri harus objektif agar pemenang siap berlaga di tingkat provinsi,” pesannya.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Grobogan, H. Suyanto, melihat Porsema sebagai ruang pembentukan karakter.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved