Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cuaca Jateng

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jateng: Kabupaten Pekalongan, Kendal dan Temanggung Waspada

Ada tiga daerah yang berstatus waspada yakni Kabupaten Pekalongan, Kendal dan Temanggung

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Ist. BPBD Banyumas.
EVAKUASI POHON - Sejumlah petugas dari BPBD Banyumas saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang terjadi di Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Jumat (18/4/2025). Hujan lebat disertai angin kencang dan petir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah (Jateng) Minggu tangal 10 Agustus 2025.

Sejumlah daerah berstatus waspada.

Diprediksi di daerah tersebut bakal turun hujan lebat.

Ada tiga daerah yang berstatus waspada yakni Kabupaten Pekalongan, Kendal dan Temanggung.

Masyarakat diminta hati-hati terutama jika ada kegiatan di luar rumah.

Baca juga: 38 Nyawa Melayang Dampak Cuaca Ekstrem di Jateng, Waspada Peralihan Musim Agustus 2025 Ini

Persiapkan diri sebaik mungkin.

Aapalagi diketahui, Agustus ini akan segera menjadi masa peralihan antara musim kemarau menjadi musim hujan atau pancaroba.

Mengapa Cuaca Ekstrem Bisa Terjadi Saat Musim Kemarau?

HUJAN ES - Butiran es yang diambil oleh warga di Kecamatan Boja Semarang/dok warga
HUJAN ES - Butiran es yang diambil oleh warga di Kecamatan Boja Semarang/dok warga (IST)

Secara klimatologis, Indonesia masih berada dalam periode kemarau. Namun BMKG menjelaskan bahwa kondisi saat ini bisa dikategorikan sebagai kemarau basah.

Apa Itu Kemarau Basah?

Kemarau basah adalah periode kemarau yang diselingi hujan lokal berintensitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh dinamika atmosfer tertentu, termasuk suhu laut hangat dan pola angin yang membawa uap air ke daratan.

BMKG memprediksi bahwa musim hujan baru akan dimulai pada akhir Oktober 2025, sehingga selama masa transisi ini, potensi cuaca ekstrem tetap ada dan bisa terjadi sewaktu-waktu.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap banjir lokal dan longsor di daerah lereng pegunungan

Warga diimbau untuk  menghindari aktivitas luar ruang saat cuaca ekstrem

Dan sengamankan kendaraan dan barang di luar rumah dari risiko pohon tumbang atau kerusakan akibat hujan es

Kewaspadaan sangat diperlukan terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti pegunungan, lembah, dan daerah aliran sungai.

Peristiwa hujan es di Jateng menunjukkan bahwa perubahan iklim dan dinamika atmosfer bisa menciptakan kondisi ekstrem bahkan di luar musim hujan.

Meskipun Indonesia masih dalam masa kemarau, potensi hujan lebat, angin kencang, hingga es tetap bisa terjadi akibat pengaruh gelombang Rossby dan labilnya udara.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk mengantisipasi dampak negatif dari cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Juli 2025. (msi/rezandra)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved