Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Bupati Sudewo Datangi Posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Diteriaki Lengser &Dilempar Botol

Untuk pertama kalinya, Bupati Pati Sudewo mendatangi langsung posko donasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (selanjutnya hanya disebut “Aliansi”)

Tayang:

“Saya sudah berusaha ketemu dia, berusaha merangkul dia, ngomong baik-baik. Tuntutan juga sudah saya penuhi. Lalu apa lagi yang diminta?” ucap Sudewo.

Langkah-langkah Sudewo kembali ke pendopo diiringi teriakan massa yang bersahut-sahutan tak terkendali.

Bahkan, pukul 18.47, seseorang melemparkan botol air mineral ke arah Sudewo, namun meleset. Lemparan itu tak sampai mengenai Sudewo. Hanya sedikit cipratan air yang mengenainya.

Spontan, Sudewo langsung membalik badan. Beberapa orang di sekelilingnya langsung menyarankan dirinya segera kembali ke pendopo.

“Niat saya kan baik, supaya mereka juga mau menahan diri sama-sama, menciptakan situasi aman dan kondusif di Kabupaten Pati.

Logikanya, dia harusnya mau karena tuntutan mereka, supaya PBB diturunkan, sudah saya penuhi, tidak hanya turun, malah kami batalkan.

Ada yang menuntut juga, 5 hari sekolah kembali jadi 6 hari sekolah, kan sudah saya akomodasi juga.

Karena tuntutan sudah saya penuhi, logikanya kan sudah selesai. Yang mau dituntut apa lagi?” tanya Sudewo retoris kepada wartawan.

Sudewo menegaskan, niatnya adalah mengajak semua pihak sama-sama menjaga suasana damai. Namun, dia heran karena sebagian massa masih terus bersikap keras sekalipun tuntutan sudah dipenuhi.

“Tapi, kan, kenyataannya dia masih keras seperti itu, jadi saya simpulkan ini tidak murni, ada yang menunggangi, berarti ini kepentingan politik,” ucap Sudewo.

Dia curiga, ada opini dan narasi yang sengaja dibangun dan diarahkan oleh pihak tertentu untuk membuat warga membencinya.

Sudewo mengatakan, pihaknya membuka ruang berkomunikasi dengan siapa pun. 

Ditanya apakah masih ada peluang rekonsiliasi dengan massa aksi, Sudewo mengatakan bahwa justru dirinya yang membuka peluang itu selebar-lebarnya.

“Justru saya yang membuka komunikasi. Rekonsiliasi? kenapa kok ditolak? Wong itu dengan warga saya.

Tidak perlu harus (pakai istilah-red.) rekonsiliasi ya tetap saya ketemu, kumpul, wong itu antara bupati dengan warganya,” tegas dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved