Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sosok Jessica Orca, Viral Dikabarkan Tewas Diserang Paus Orca Saat Pertunjukan

Sosok Jessica Orca kembali ramai dibicarakan....kematiannya yang disebut-sebut terjadi di tengah pertunjukan paus orca.

Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
TikTok
Fakta Baru Kematian Tragis Jessica Orca, Dikabarkan Tewas Saat Pertunjukkan Paus Orca 

TRIBUNJATENG.COM- Sosok Jessica Orca kembali ramai dibicarakan di dunia maya setelah beredar kisah memilukan tentang kematiannya yang disebut-sebut terjadi di tengah pertunjukan paus orca.

Dalam narasi yang menyebar di TikTok dan Facebook, Jessica digambarkan sebagai pelatih muda berusia 23 tahun yang penuh semangat namun tewas mengenaskan setelah diserang paus pembunuh.

Video tersebut menampilkan suasana dramatis dengan penonton berteriak, air kolam memerah, dan kepanikan melanda arena.

Beredar pula klaim aneh bahwa serangan terjadi karena darah menstruasi Jessica bercampur dengan air, memicu agresivitas orca.

Kisah ini dikemas dengan musik pilu dan potongan gambar yang seolah autentik, membuat banyak orang percaya tragedi itu benar terjadi.

Namun, penelusuran membuktikan bahwa kisah tersebut tidak pernah terjadi dan pihak taman laut membantah memiliki pegawai bernama Jessica Radcliffe.

Tidak ada insiden serangan paus sesuai narasi, dan rekaman yang dipakai ternyata potongan dari dokumenter lama serta cuplikan tragedi pelatih SeaWorld, Dawn Brancheau, pada 2010.

Foto yang diklaim sebagai Jessica hanyalah gambar acak dari akun media sosial asing dan bukan korban nyata.

Klaim paus menyerang karena darah menstruasi juga tidak memiliki dasar ilmiah dan sudah dibantah pakar biologi kelautan.

Para pakar menegaskan agresivitas orca di penangkaran disebabkan faktor kompleks, bukan semata karena narasi tersebut.

Konten hoaks ini viral karena memadukan drama, tragedi, dan visual yang meyakinkan, sehingga memicu emosi warganet untuk membagikannya tanpa verifikasi.

“Masalahnya, ketika orang sudah tersentuh cerita, mereka cenderung percaya tanpa verifikasi,” kata seorang pemeriksa fakta dari AFP.

Fenomena ini mengingatkan publik bahwa informasi di media sosial tidak selalu benar meski terlihat nyata.

Masyarakat diimbau memeriksa sumber, mencari klarifikasi dari pihak berwenang, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved