Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kajen

Perangi Dampak Perubahan Iklim, DFW Indonesia Perkenalkan Prosper di Kabupaten Pekalongan

Menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
IST
SOSIALISASI PROSPER - Tim dari Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia saat foto bersama usai menjelaskan Program Prosper (Protecting Rural & Ocean-dependent Societies through Participatory Economic Resilience), di balai Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/8/2025). Progam ini bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial dan meningkatkan ketahanan ekonomi bagi warga pesisir yang terdampak perubahan iklim. Dok Kominfo Kabupaten Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan kini mendapatkan angin segar.

Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia meluncurkan Program Prosper (Protecting Rural & Ocean-dependent Societies through Participatory Economic Resilience), yang bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial dan meningkatkan ketahanan ekonomi bagi warga pesisir yang terdampak perubahan iklim.


Nabiyya Perennia, Koordinator Program Prosper, DFW Indonesia mengatakan, Prosper berfokus pada dua hal utama yaitu, peningkatan akses terhadap sistem perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.


Program ini dirancang untuk membantu masyarakat pesisir, khususnya awak kapal perikanan (AKP) dan keluarga nelayan, yang sering kali bekerja dalam kondisi yang rentan, dengan perlindungan sosial yang terbatas.


"Selain itu, Prosper juga menawarkan pengenalan mata pencaharian alternatif, bagi mereka yang terdampak langsung oleh perubahan iklim."


"Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi Awak Kapal Perikanan (AKP), nelayan, serta masyarakat miskin pesisir lainnya yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kesulitan ekonomi," kata Nabiyya Perennia, Koordinator Program Prosper, DFW Indonesia usai sosialisasi program Prosper di balai Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/8/2025).


Pekalongan, yang merupakan daerah pesisir dengan topografi tanah aluvial yang sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut, banjir rob, dan abrasi pantai, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak oleh perubahan iklim.


Sektor perikanan, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat, mengalami penurunan drastis. Banyak nelayan yang beralih profesi menjadi pekerja migran untuk bertahan hidup.


"Sebagai respons terhadap masalah sosial yang muncul, DFW Indonesia meluncurkan Prosper di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dengan tiga desa pesisir sebagai wilayah percontohan di antaranya Desa Tratebang, Desa Api-Api, dan Desa Pecakaran. Ketiga desa ini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim, yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian mereka," ucapnya.


Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Ia berharap program ini dapat membawa perubahan yang signifikan bagi kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan, terutama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata


Pronisa, Kepala Desa Tratebang, menyampaikan harapannya, agar progam Prosper dapat memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menerima perlindungan sosial yang layak.


"Kami berharap Prosper dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat, dengan berbagai jenis bantuan sosial yang selama ini sulit diakses," ujarnya.


Qomarudin, Kepala Desa Api-Api, menyatakan, bahwa meskipun mereka telah mengusulkan nama-nama masyarakat yang layak menerima bantuan, terkadang hasil verifikasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial tidak sesuai dengan usulan desa.


Selain masalah data, perlindungan sosial bagi nelayan dan AKP juga menjadi perhatian penting. Musnafik, salah satu keluarga AKP, mengungkapkan, bahwa selama ini mereka tidak mendapatkan perlindungan yang memadai, padahal pekerjaan mereka yang melaut hingga berbulan-bulan sangat berisiko


Menanggapi hal ini, Muhlisinalahudin perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menjelaskan, bahwa pemerintah pusat telah melakukan verifikasi data secara menyeluruh melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN), yang bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved