Berita Kajen
Perangi Dampak Perubahan Iklim, DFW Indonesia Perkenalkan Prosper di Kabupaten Pekalongan
Menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan kini mendapatkan angin segar.
Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia meluncurkan Program Prosper (Protecting Rural & Ocean-dependent Societies through Participatory Economic Resilience), yang bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan sosial dan meningkatkan ketahanan ekonomi bagi warga pesisir yang terdampak perubahan iklim.
Nabiyya Perennia, Koordinator Program Prosper, DFW Indonesia mengatakan, Prosper berfokus pada dua hal utama yaitu, peningkatan akses terhadap sistem perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat pesisir, khususnya awak kapal perikanan (AKP) dan keluarga nelayan, yang sering kali bekerja dalam kondisi yang rentan, dengan perlindungan sosial yang terbatas.
"Selain itu, Prosper juga menawarkan pengenalan mata pencaharian alternatif, bagi mereka yang terdampak langsung oleh perubahan iklim."
"Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi Awak Kapal Perikanan (AKP), nelayan, serta masyarakat miskin pesisir lainnya yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kesulitan ekonomi," kata Nabiyya Perennia, Koordinator Program Prosper, DFW Indonesia usai sosialisasi program Prosper di balai Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/8/2025).
Pekalongan, yang merupakan daerah pesisir dengan topografi tanah aluvial yang sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut, banjir rob, dan abrasi pantai, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak oleh perubahan iklim.
Sektor perikanan, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat, mengalami penurunan drastis. Banyak nelayan yang beralih profesi menjadi pekerja migran untuk bertahan hidup.
"Sebagai respons terhadap masalah sosial yang muncul, DFW Indonesia meluncurkan Prosper di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dengan tiga desa pesisir sebagai wilayah percontohan di antaranya Desa Tratebang, Desa Api-Api, dan Desa Pecakaran. Ketiga desa ini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim, yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian mereka," ucapnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Ia berharap program ini dapat membawa perubahan yang signifikan bagi kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan, terutama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata
Pronisa, Kepala Desa Tratebang, menyampaikan harapannya, agar progam Prosper dapat memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menerima perlindungan sosial yang layak.
"Kami berharap Prosper dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat, dengan berbagai jenis bantuan sosial yang selama ini sulit diakses," ujarnya.
Qomarudin, Kepala Desa Api-Api, menyatakan, bahwa meskipun mereka telah mengusulkan nama-nama masyarakat yang layak menerima bantuan, terkadang hasil verifikasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial tidak sesuai dengan usulan desa.
Selain masalah data, perlindungan sosial bagi nelayan dan AKP juga menjadi perhatian penting. Musnafik, salah satu keluarga AKP, mengungkapkan, bahwa selama ini mereka tidak mendapatkan perlindungan yang memadai, padahal pekerjaan mereka yang melaut hingga berbulan-bulan sangat berisiko
Menanggapi hal ini, Muhlisinalahudin perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan menjelaskan, bahwa pemerintah pusat telah melakukan verifikasi data secara menyeluruh melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN), yang bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
| Ketiga Kalinya Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar Diperiksa KPK |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Sumar Rosul Larang Sukirman Pakai Mobil dan Rumah Dinas Bupati Pekalongan |
|
|---|
| Plt Bupati Pekalongan Sukirman Dorong Proyek PSEL, Tinggal Menunggu Lampu Hijau Pusat |
|
|---|
| Optimalkan PONEK, RSUD Kraton Pekalongan Tingkatkan Layanan Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi |
|
|---|
| Nekat Nyalip Tanpa Perhitungan, Sopir Truk Tanpa SIM Hantam Pemotor di Depan SMPN 1 Kajen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250815_Destructive-Fishing-Watch.jpg)