Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Perangkat Desa Grobogan Pamer Mobil, Kini Minta Maaf

Lopo Aris merekam rekannya sesama perangkat desa yang sedang menyetir mobil. Ia lalu melontarkan kalimat yang menyinggung soal gaji perangkat desa. 

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Viral Perangkat Desa Grobogan Pamer Mobil, Kini Minta Maaf 

Viral Perangkat Desa Grobogan Pamer Mobil, Kini Minta Maaf

TRIBUNJATENG.COM – Seorang perangkat desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bernama Lopo Aris Wibowo, belakangan ini menjadi sorotan publik. Ia viral setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya memamerkan mobil tersebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Lopo Aris merekam rekannya sesama perangkat desa yang sedang menyetir mobil. Ia lalu melontarkan kalimat yang menyinggung soal gaji perangkat desa

“Kalah gaji menang gaya. Perangkat desa gaji 2 juta, mobile…,” ujar pria yang memegang kamera itu.

Tak berhenti di situ, ia juga menantang warganet yang kerap meremehkan perangkat desa. 

“Piye menurutmu? Sing komen-komen neng kono ngenyeki perangkat desa, iki lho mobile lho koyo ngene. Sing tukang ngenyek mobilmu opo?” katanya.

Video itu kemudian viral dan menuai banyak komentar. Tak sedikit warganet menilai Lopo Aris bersikap sombong karena ucapannya tersebut.

Menanggapi hal itu, Lopo Aris akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. 

”Dengan adanya video yang sangat viral, saya pribadi sangat merasa bersalah. Dan saya berharap masyarakat seluruh Indonesia bersedia memaafkan saya,” kata Lopo, Senin (18/8/2025) siang.

Ia menambahkan bahwa dirinya sudah dimintai klarifikasi oleh pihak desa. 

”Saya sudah dipanggil Pak Lurah, dan sudah saya sampaikan klarifikasi lengkap. Sekali lagi, saya minta maaf,” ujarnya.

Lopo menjelaskan, maksud dari ucapannya bukanlah pamer atau merendahkan masyarakat. 

Ia hanya ingin bercanda sambil menunjukkan bahwa rekannya, Dedi, yang sedang menyetir mobil, memang memiliki kendaraan tersebut meski gajinya sebagai perangkat desa hanya Rp 2 juta.

Menurutnya, mobil itu bisa dimiliki karena Dedi memiliki usaha lain di luar pekerjaannya sebagai perangkat desa. 

”Dia punya usaha perkebunan tebu. Jadi bukan hanya perangkat desa saja,” jelasnya.

Lopo pun menegaskan kembali bahwa ucapannya tidak dimaksudkan untuk menghina siapapun. Ia menegaskan, niatnya semata hanya bercanda.


(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved