Berita Kendal
Waspadai Perubahan Cuaca Buruk saat Melaut, Romadon Selalu Pakai Aplikasi Inawis
Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk dengan gelombang tinggi melanda di perairan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Kendal.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk dengan gelombang tinggi melanda di perairan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Kendal.
Romadon, nelayan dari Wonosari Kendal pun terpaksa tidak melaut sembari menunggu cuaca membaik.
Imbasnya, hasil tangkapan ikan ikut menurun meskipun tidak secara signifikan.
"Iya memang kendalanya cuaca buruk jadi harus jeli melihat situasi di laut. Kalau gelombang tinggi ya enggak dulu," kata Romadon seusai mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) bersama BMKG di Kendal, Kamis (21/8/2025).
Romadon mengungkapkan, dirinya selalu memantau perkembangan cuaca dan gelombang melalui aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) dari BMKG.
Di aplikasi itu, Romadon bisa mengetahui ketinggian gelombang hingga kecepatan angin sebagai pertimbangan untuk berangkat melaut memenuhi nafkah keluarga.
"Kalau sekarang saya selalu pakai aplikasi itu, dulu belum tahu hanya prakiraan saja," ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo menuturkan hampir semua nelayan Kendal telah beralih menggunakan aplikasi INA-WIS untuk melihat akurasi cuaca di laut.
Namun, ia juga menyiapkan langkah antisipasi dengan mengirimkan informasi prakiraan cuaca setiap harinya.
"Harus tetap hati-hati dalam melaut, apalagi saat ini cuaca masih ekstrem," sambungnya.
Di sisi lain, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan potensi cuaca buruk masih akan terus terjadi akibat adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), yang dapat mempengaruhi pola cuaca dan curah hujan di berbagai wilayah, terutama di daerah tropis.
"Di sela musim kemarau ini, masih ada MJO yang dapat menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang. Jadi kami harap nelayan Kendal bisa memperhatikan kondisi cuaca melalui aplikasi INA-WIS ini," paparnya.
Selain menjadi pedoman informasi cuaca untuk nelayan, aplikasi ini juga bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan.
Sehingga nelayan bisa memetakan titik penangkapan sebelum berangkat melaut.
"Nelayan juga bisa merencanakan kapan akan melaut dan butuh logistik berapa untuk keperluan bahan bakar. Dari sini, posisi ikan bisa diketahui lewat aplikasi, sehingga tangkapan menjadi melimpah," tandasnya. (ags)
Baca juga: Polres Jepara Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2025
Baca juga: Walhi Kritik Pemerintah yang Gagap Hadapi Anomali Cuaca di Pesisir Utara Jawa, 8 Orang Tewas
Baca juga: Bakti Sosial Bulanan, Kanwil Kemenkum dan DWP Jateng Berbagi Kasih di Panti Asuhan
| 7 Perwira Polres Kendal Dirotasi, Termasuk Kompol Indra Jaya Syafputra |
|
|---|
| PAW Ahmad Suyuti Menunggu Waktu, KPU Sudah Serahkan Berkas ke DPRD Kendal |
|
|---|
| Geger Penemuan Kerangka Manusia di Ladang Kosong di Patebon Kendal, Ini Ciri-cirinya |
|
|---|
| Aksi Begal Sadis di "Kelok 8" Kendal, Pegawai Indomaret Dibacok saat Perjalanan Pulang |
|
|---|
| 2 Tahun Tanpa Kejelasan, Warga Nolokerto Geruduk Pemkab Kendal Desak Soal Kasus Tukar Guling Tanah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250821-nelayan-kendal.jpg)