Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Waspadai Perubahan Cuaca Buruk saat Melaut, Romadon Selalu Pakai Aplikasi Inawis

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk dengan gelombang tinggi melanda di perairan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Kendal. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/ AGUS SALIM
BERI EDUKASI NELAYAN - Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto saat memberikan edukasi kepada nelayan di Kendal mengenai cuaca sebelum melaut lewat aplikasi INA-WIS, Kamis (21/8/2025). Aplikasi itu juga bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk dengan gelombang tinggi melanda di perairan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Kendal. 

Romadon, nelayan dari Wonosari Kendal pun terpaksa tidak melaut sembari menunggu cuaca membaik. 

Imbasnya, hasil tangkapan ikan ikut menurun meskipun tidak secara signifikan.

"Iya memang kendalanya cuaca buruk jadi harus jeli melihat situasi di laut. Kalau gelombang tinggi ya enggak dulu," kata Romadon seusai mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) bersama BMKG di Kendal, Kamis (21/8/2025). 

Romadon mengungkapkan, dirinya selalu memantau perkembangan cuaca dan gelombang melalui aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) dari BMKG.

Di aplikasi itu, Romadon bisa mengetahui ketinggian gelombang hingga kecepatan angin sebagai pertimbangan untuk berangkat melaut memenuhi nafkah keluarga.

"Kalau sekarang saya selalu pakai aplikasi itu, dulu belum tahu hanya prakiraan saja," ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo menuturkan hampir semua nelayan Kendal telah beralih menggunakan aplikasi INA-WIS untuk melihat akurasi cuaca di laut.

Namun, ia juga menyiapkan langkah antisipasi dengan mengirimkan informasi prakiraan cuaca setiap harinya.

"Harus tetap hati-hati dalam melaut, apalagi saat ini cuaca masih ekstrem," sambungnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan potensi cuaca buruk masih akan terus terjadi akibat adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), yang dapat mempengaruhi pola cuaca dan curah hujan di berbagai wilayah, terutama di daerah tropis.

"Di sela musim kemarau ini, masih ada MJO yang dapat menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang. Jadi kami harap nelayan Kendal bisa memperhatikan kondisi cuaca melalui aplikasi INA-WIS ini," paparnya.

Selain menjadi pedoman informasi cuaca untuk nelayan, aplikasi ini juga bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan. 

Sehingga nelayan bisa memetakan titik penangkapan sebelum berangkat melaut.

"Nelayan juga bisa merencanakan kapan akan melaut dan butuh logistik berapa untuk keperluan bahan bakar. Dari sini, posisi ikan bisa diketahui lewat aplikasi, sehingga tangkapan menjadi melimpah," tandasnya. (ags) 

Baca juga: Polres Jepara Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2025

Baca juga: Walhi Kritik Pemerintah yang Gagap Hadapi Anomali Cuaca di Pesisir Utara Jawa, 8 Orang Tewas

Baca juga: Bakti Sosial Bulanan, Kanwil Kemenkum dan DWP Jateng Berbagi Kasih di Panti Asuhan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved