Perjuangan Kiki Duduki Rangking 1 Dunia Panjat Tebing Speed Putra, Tetap Bawa Nama Batang
Di balik podium dunia panjat tebing, terselip kisah inspiratif dari seorang pemuda Batang yang kini menjadi kebanggaan Indonesia
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Di balik podium dunia panjat tebing, terselip kisah inspiratif dari seorang pemuda Batang yang kini menjadi kebanggaan Indonesia.
Kiromal Katibin, atlet kelahiran Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang, berhasil menorehkan sejarah dengan menduduki peringkat 1 dunia dalam kategori speed climbing versi International Federation of Sport Climbing (IFSC).
Dengan total poin 4.255 per Agustus 2025, ia unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Samuel Watson dari Amerika Serikat yang mengantongi 3.684 poin.
Kiki sapaan akrabnya, bukanlah atlet instan.
Baca juga: Panjat Tebing Jateng kembali raih emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 dari nomor Boulder Putri
Bakatnya mulai terasah sejak usia 9 tahun.
Kesukaan Kiki terhadap panjat tebing juga berawal saat dia sering melihat latihan panjat tebing di Alun-alun saat ikut berjualan sang ibu.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Yusnita, sang pelatih yang membentuk Kiki menjadi atlet.
Sebelum menjadi atlet nasional, Kiki berlatih di tempat mess atlet panjat tebing Batang bersama puluhan atlet lainnya.
Latihan setiap hari mulai pagi siang sore bahkan kadang malam hari selalu ditekuni dengan semangat hingga akhirnya membuahkan hasil sangat bagus.
Awal-awal masuk ke dunia panjat tebing dia berlatih dan didampingi oleh sang pelatih Yusnita.
Kiki lebih sering mengikuti kategori Lead, Speed dan Boulder.
Saat mengikuti Pelatnas, spesialisasinya di kategori Speed muncul sehingga beralih ke kategori Speed dan menorehkan banyak prestasi yang membanggakan nama Indonesia dan Kabupaten Batang.
“Perhatian dari Pemkab Batang luar biasa. Saya dari kecil belum punya apa-apa, tapi sekarang sudah punya sarana dan bisa berjuang membela negara,” tutur Kiki saat ditemui di Batang, Jumat (22/8/2025) malam.
Di balik pencapaiannya, dukungan keluarga menjadi fondasi utama.
“Ibu selalu support saya, saya selalu meminta doa, dan pencapaian ini juga berkat support keluarga dan teman-teman semua," ujarnya.
| Hujan 4 Jam di Wonosobo, 20 Rumah Rusak dan Longsor Tutup Akses Jalan |
|
|---|
| Persijap Jepara Waspadai Tren Positif Bhayangkara FC, Mario Lemos: Tak Boleh Lengah |
|
|---|
| DPUPR Butuh Rp1 Triliun untuk Rawat 2.414 Kilometer Jalan Provinsi Jawa Tengah |
|
|---|
| Manuver Truk Boks Menyalip Berujung Kecelakaan di Purbalingga, Tabrak Motor Lawan Arah |
|
|---|
| Kemenkum Jateng Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan UMP dan Unwiku Purwokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250823_kiromal.jpg)