Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Cilacap

GM Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap: Kinerja Perwira Pertamina Harus Ikut Naik

Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bulan Syawal memiliki makna peningkatan.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
ist/dok pertamina cilacap
KINERJA PERWIRA -  General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo memberikan sambutan pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Baiturrahim Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Sabtu (21/3/2026). Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik awal peningkatan semangat dan kinerja bagi seluruh Perwira Pertamina. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik awal peningkatan semangat dan kinerja bagi seluruh Perwira Pertamina.

Hal tersebut disampaikan General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, dalam sambutan pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Baiturrahim Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Sabtu (21/3/2026).

Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bulan Syawal memiliki makna peningkatan.

Baca juga: Jelang Idulfitri, Bazma Pertamina Kilang Cilacap Salurkan Bansos untuk Warga Kampung Laut

Ia mengajak seluruh insan Pertamina untuk menjadikan Syawal sebagai momentum memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa, seiring bertambahnya usia dan perjalanan waktu.

“Syawal dimaknai sebagai peningkatan. Ini menjadi spirit bagi kita semua untuk terus bertumbuh, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam menjalankan amanah pekerjaan,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, dalam konteks pengelolaan Kilang RU IV Cilacap, semangat Syawal semestinya menjadi daya dorong untuk meningkatkan kinerja dan dedikasi.

Hal tersebut penting sebagai wujud pengabdian terbaik dalam menjaga kedaulatan energi nasional.

Baca juga: Kilang Pertamina Cilacap Wujudkan Impian Lebaran Puluhan Anak: Berbagi Baju

Lebih lanjut, Wahyu menyebut, Idulfitri sebagai momentum refleksi bagi seluruh insan, sekaligus penanda keberhasilan Ramadan dalam membentuk kualitas spiritual.

Selama satu bulan penuh, umat muslim dilatih menahan lapar dan dahaga, yang sejatinya juga merupakan latihan mengendalikan emosi, ego, serta hawa nafsu.

“Keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi dari sejauh mana perubahan sikap kita setelah Ramadan berlalu,” tegasnya.

Kegiatan Sosial

Pada kesempatan itu, Wahyu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran manajemen, pekerja, serta keluarga besar Pertamina yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai program selama Ramadan.

Ia menyoroti, berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti santunan dan donasi melalui Badan Dakwah Islam (BDI), program berbagi dari Bazma bersama Relawan Pertamina Peduli (Relpi), Agent of Change (AOC), serta Pertiwi.

Selain itu, kontribusi Persatuan Wanita Patra (PWP) dan Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) juga mendapat apresiasi atas konsistensinya dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Menurut Wahyu, berbagai inisiatif tersebut menjadi bukti nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat sekaligus memperluas kebermanfaatan.

"Ini adalah bentuk nyata bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Pelaksanaan salat Idulfitri yang dikoordinir BDI RU IV Cilacap tidak hanya berlangsung di masjid Baiturrahim dengan imam dan khatib Ustaz Agus Ahmadi, tetapi juga digelar di Masjid Baiturrahmah Donan bersama imam & khatib, Ustaz Yasir Basalamah, serta di Masjid Baitussalam Tegalkamulyan dengan imam, Ustaz Rohmatulloh dan khatib, Ustaz Agus Sutiyono. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved