Telkomsel Indonesia
Telkomsel Tegaskan Komitmen Keberlanjutan, Fokus pada Lingkungan, Data, dan Pemberdayaan Masyarakat
Telkomsel perkuat bisnis berkelanjutan lewat program Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi pada Hari Lingkungan Hidup 2026.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Telkomsel menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, perlindungan data pelanggan, serta pelestarian lingkungan hidup. Bagi Telkomsel, keberlanjutan menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam memberikan layanan terbaik sekaligus mendukung pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Komisaris Utama Telkomsel yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz F.M. Hendropriyono, mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan global yang harus dihadapi bersama oleh seluruh pihak, termasuk dunia usaha.
Menurutnya, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendorong praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya masyarakat dan memiliki nilai tambah yang penting, terutama bagi generasi masa depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Nugroho menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Ia menilai pertumbuhan perusahaan akan kehilangan makna apabila kualitas lingkungan menurun dan kesejahteraan masyarakat tidak ikut meningkat.
“Telkomsel akan terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutan yang diberikan semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Dalam menjalankan strategi keberlanjutan, Telkomsel mengusung tiga fokus utama yang dikenal dengan program Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Melalui program Jaga Cita, Telkomsel berupaya memperluas akses digital sekaligus memberdayakan masyarakat agar dapat berkembang di era ekonomi digital.
Sepanjang tahun 2025, Telkomsel tercatat melayani lebih dari 156 juta pelanggan seluler dan sekitar 10 juta pelanggan IndiHome B2C. Layanan tersebut didukung oleh lebih dari 293 ribu BTS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk ratusan desa yang sebelumnya belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
Selain memperluas akses digital, perusahaan juga aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang menyasar pelajar, pelaku UMKM, komunitas, hingga generasi muda.
Tercatat sekitar 90 ribu peserta telah terlibat dalam berbagai program pengembangan kapasitas berbasis digital yang diselenggarakan Telkomsel.
Di sisi internal, perusahaan juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan ilmu data yang dinilai menjadi kebutuhan penting dalam transformasi digital.
Pada aspek perlindungan data, Telkomsel menjalankan program Jaga Data yang berfokus pada keamanan informasi pelanggan.
Perusahaan memperkuat tata kelola keamanan digital melalui penerapan berbagai standar internasional, termasuk sistem manajemen keamanan informasi dan perlindungan privasi data.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelanggan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber dan kebocoran data.
Sementara itu, melalui program Jaga Bumi, Telkomsel berupaya mengurangi dampak lingkungan dari operasional perusahaan.
Hingga akhir 2025, ratusan BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya dan pembangkit mikrohidro.
Perusahaan juga mengelola seluruh limbah elektronik melalui skema daur ulang, penggunaan kembali, maupun perbaikan perangkat agar dapat dimanfaatkan kembali.
Tidak hanya itu, seluruh kemasan kartu SIM Telkomsel kini menggunakan material berbahan kertas yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon, Telkomsel juga melakukan penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang tahun 2025.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi sekaligus menjaga ekosistem pesisir Indonesia.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel Wong Soon Nam mengatakan keberhasilan program keberlanjutan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.
Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah, mitra bisnis, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas.
“Telkomsel ingin terus menjadi katalis dan inspirasi dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Telkom Group, Telkomsel juga mendukung implementasi strategi keberlanjutan GoZero yang menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060.
Melalui berbagai program tersebut, Telkomsel berharap dapat terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi pelanggan, masyarakat, serta lingkungan, sejalan dengan semangat melayani Indonesia secara berkelanjutan. (***)
| Telkomsel Rayakan 31 Tahun dengan Semangat Melayani Sepenuh Hati |
|
|---|
| Telkomsel Siap Cerahkan Literasi AI Generasi Muda Indonesia |
|
|---|
| Dari Embarkasi Hingga Tanah Suci, Telkomsel Hadir Temani Koneksi Jamaah Haji |
|
|---|
| Satu Dekade IndonesiaNEXT: Telkomsel Ajak Mahasiswa Siap Jadi Talenta AI Masa Depan |
|
|---|
| Telkomsel Hadirkan Posko Layanan Haji di Makkah dan Madinah 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260608_telkomsel-1.jpg)