Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pipa Gas Kepodang-Semarang Dibangun Mulai Februari

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menargetkan pembangunan pipa ruas Kepodang hingga Semarang sudah dimulai pada Februari 2014.

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menargetkan pembangunan pipa ruas Kepodang hingga Semarang sudah dimulai pada Februari 2014.

Anggota Komite BPH Migas Qoyum Tjandranegara di Jakarta, mengatakan, permasalahan perizinan sudah diselesaikan PT Bakrie & Brothers selaku pemegang hak khusus pipa ruas Kepodang-Semarang. "Bulan (Februari) depan akan 'ground breaking' (peletakan batu pertama pembangunan)," ujarnya. Kamis (9/1/2014).

Menurut dia, pembangunan pipa sebelumnya dijadwalkan beroperasi akhir 2014. Namun, lanjutnya, sepertinya tidak memenuhi target tersebut.

"Kami akan lakukan percepatan agar bisa segera rampung," ujarnya.

Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, pihaknya berharap pengerjaan pipa segera dirampungkan.

Menurut dia, Petronas Carigali sebagai operator Lapangan Kepodang, Blok Muriah sudah siap mengebor sumur. "Tapi, belum bisa dibor, karena pipa belum siap," ujarnya.

Ia mengharapkan, penundaan pemboran tidak terlalu lama. Petronas, lanjutnya, sudah berada dalam posisi menunggu dan tidak bisa mundur lagi.

Pipa akan mengalirkan gas sebesar 116 MMSCFD dari Lapangan Kepodang, Blok Muriah yang dioperasikan Petronas Carigali di laut utara Jawa Tengah ke PLTGU Tambak Lorok, Semarang milik PLN.

BPH Migas menetapkan "toll fee" Kepodang-Semarang hasil lelang sebesar 0,814 dolar AS per MMSCF. Namun, Bakrie meminta revisi "toll fee" dengan alasan investasi tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

PLN sudah menandatangani kontrak jual beli gas Kepodang dengan Petronas selama 12 tahun dari 2014 sampai Desember 2026.

Saat ini, PLTGU Tambak Lorok memang tidak dioperasikan sampai gas Kepodang mengalir.

Sementara, beban listrik Jawa yang sebelumnya dipasok Tambak Lorok, digantikan PLTU.

PLN akan mengoperasikan kembali Tambak Lorok, setelah beban meningkat di 2016. Petronas akan memasok gas sebesar 116-121 MMSCFD ke Tambak Lorok dengan harga 4,61 dolar AS per MMBTU dan eskalasi 8,6 persen per tahun.(ANT)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved