Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liputan Khusus

Sejumlah Warung Internet Diduga Sediakan Video Porno

Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kaget saat tanpa sengaja menemukan film porno di sebuah folder komputer warung internet

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kaget saat tanpa sengaja menemukan film porno di sebuah folder komputer warung internet (warnet). Pengelola warnet diduga sengaja menyediakan film porno untuk menarik minat pengunjung.

Tangan M Soleh‎ sibuk menggerakkan mouse saat berada di sebuah warnet di daerah Genuk, belum lama ini. Siswa sebuah SMA swasta di Kota Semarang itu berusaha membuka laman Google untuk mencari artikel yang akan menjadi referensi tugas sekolah. Ia pun ‎ mengopi dan menyimpan artikel pada sebuah folder. Sementara artikel yang dalam bentuk lampiran format pdf, ia download terlebih dahulu. Tiba-tiba raut muka Soleh berubah saat membuka explore komputer untuk mencari hasil download artikel. Matanya melotot melihat file berupa video.

"Loh ada film , coba ah saya buka," ucap Soleh kala itu, sembari mencoba memutar film yang tersimpan di folder komputer.

Alhasil, tayangan film pun ditontonnya. Film itu memeragakan adegan seorang pria dan wanita bule yang sedang ‎bercinta dalam kondisi telanjang. Film itu berdurasi pendek sekitar 5 menit. "Saya kaget saat mencari file artikel yang saya download, ada film 3gp. Karena penasaran, saya buka dan saya tonton," kata Soleh kepada Tribun Jateng.

Soleh mengaku menonton film dewasa bukan kali pertama. Menurutnya, di usia pelajar SMA, menonton film dewasa bukan hal yang tabu lagi. Ia mengaku sudah beberapa kali menonton film seperti itu bersama teman-temannya. "Pernah menonton film seperti itu di Hp (handphone) teman, di laptop teman juga pernah," ujarnya.

‎Setelah selesai menonton film dewasa itu, Soleh langsung kembali mencari artikelnya. Ia pun mendapati folder film dengan nama "xxx". Di dalamnya, ‎terdapat berbagai film dewasa mulai film Barat hingga film Indonesia dengan durasi 30 detik hingga 5 menit. "Saya tidak tahu, itu sengaja disimpan atau hasil download pengunjung warnet. Tapi, di file komputer sudah ada filmnya," jelas Soleh.

Kepada Tribun Jateng, Soleh mengaku cukup sering mendatangi warnet untuk mengerjakan tugas sekolah. Hal itu karena dirinya tidak mempunyai laptop dan modem sendiri.

‎Suasana warnet yang berada di wilayah Genuk, Semarang itu tidak begitu ramai. Dari sekitar 10 komputer warnet, hanya separo yang dipakai oleh pengguna warnet. Tiap komputer dipisahkan oleh bilik-bilik yang ditutup papan setinggi leher orang dewasa.

Seorang pengguna warnet, sebut saja Alex, mengatakan dirinya datang ke warnet tersebut seminggu bisa sampai empat kali. Di warnet, dirinya berselancar di media sosial (medsos) untuk mengisi waktu luang. Di sela berselancar, Alex mengaku suka menonton film dewasa. "Karena dinding biliknya cukup tinggi, jadinya nyaman saja berada di warnet. Mau nonton film apapun tidak ada yang tahu," katanya, Sabtu (12/12/2015).

Alex yang merupakan karyawan pabrik di kawasan Sayung, Demak menuturkan, ‎film dewasa yang ia tonton bukan hasil download yang dilakukannya. Ia mengatakan, film-film dewasa sudah tersimpan di komputer sebelumnya. "Tidak bisa download. Kan situs-situs seperti itu sudah diblokir. Film sudah tersimpan di komputer," jelasnya.

Santo (13), bukan nama sebenarnya, warga Gedawang, Banyumanik mengaku pernah menemukam warnet yang menyediakan film porno di folder komputer. Siswa sebuah SMP swasta itu berujar pernah mengintip folder itu bersama temannya. "Cuma lihat foldernya kok. Namanya XXX, tapi engga lihat. Temen saya ya lihat," katanya.

Ia bercerita sering ke warnet daerah Gedawang untuk mengerjakan tugas sekolah. Biasanya, selain mengerjakan tugas, Santo juga bermain game online. Hanya sesekali, ia mengecek folder di komputer ataupun server.

Santo akhirnya mengakui pernah melihat sekilas video porno di komputer. Tapi, ia mengaku lebih suka bermain game online dibanding menonton film dewasa. Ia bercerita bahwa banyak temannya yang sering membuka folder XXX itu. "Mereka kadang bercerita, namun saya tidak menggubrisnya," katanya. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved