Ganjar: Jika Dasa Darma Pramuka Diamalkan, Negara Ini Akan Jaya!
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagumi cara berpikir dan bersikap Gerakan Pramuka yang dinilai mampu menjaga moral bangsa.
Penulis: m nur huda | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagumi cara berpikir dan bersikap Gerakan Pramuka yang dinilai mampu menjaga moral bangsa. Dalam menjalankan tugas, tidak ada istilah mengeluh seperti halnya para Angota TNI dan Polri.
"Pramukalah yang menjaga moral bangsa. Tidak ada istilah mengeluh saat menjalankan tugas, seperti TNI-Polri. Ini nilai yang luar biasa," kata Ganjar saat menerima audiensi jajaran pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Tengah, di ruang kerja Gubernur, Selasa (12/7/2016).
Dalam Pramuka dikenal ada Tri Satya yang merupakan janji seorang Pramuka untuk taat menjalankan kewajibannya pada Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian juga terdapat janji untuk menolong sesama hidup serta mempersiapkan diri membangun masyarakat.
Selain itu juga terdapat Dasa Dharma Pramuka yang berisi sepuluh sikap yang harus dimiliki oleh seorang Pramuka. Sikap ini menurut Ganjar, jika diterapkan sepenuhnya maka Negara ini akan berjaya.
"Dasa Dharma Pramuka kalau diamalkan, luar bisa dan Negara ini bisa jaya. Janjinya, kan dahsyat. Values ini yang tidak ada di tempat yang lain," katanya.
Ia berpesan pada seluruh Pembina Pramuka di Jawa Tengah, untuk terus serius mendidik adik-adiknya agar mampu mengamalkan isi dalam Dasa Darma Pramuka pada kesehariannya.
"Seorang Pramuka itu, separuh jiwanya sudah diserahkan dan menyatu ke alam. Jadi jiwa egoisnya sudah berkurang. Kecuali kalau setelah lulus, tidak ikut Pramuka lagi, ya ego-nya bisa balik," ujarnya.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Tengah, Budi Prayitno mengatakan, dalam waktu dekat akan digelar Jambore Nasional pada 13-21 Agustus 2016 di Cibubur Jakarta.
Sedangkan puncak peringatan hari Pramuka tingkat Jawa Tengah, rencananya akan digelar pada 8 September 2016, dan ditempatkan di Kabupaten Karanganyar yang diikuti sekitar 2.000 peserta.
"Untuk lokasi masih tentative, sesuai arahan Gubernur agar dilakukan di daerah pegunungan di pedesaan. Ini untuk meramaikan dan menggerakan ekonomi pedesaan," kata Budi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-sapa-pemudik_20160701_200240.jpg)