Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ingin Usaha UKM Besar? Ini Rahasianya Menurut Fasilitator Markplus Inc

Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dituntut memiliki kreativitas agar dilirik konsumen.

Penulis: raka f pujangga | Editor: rika irawati
tribunjateng/raka f pujangga
General Manager Wilayah Telekomunikasi Semarang, Dode Suparman (kanan) menerima penghargaan ICSB Presidential Award 2017 di Gedung Telkom, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (17/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dituntut memiliki kreativitas agar dilirik konsumen.

Hal ini diungkapkan Fasilitator Markplus Inc, Dimas Soerojo, di acara Gebyar UKM Indonesia 2017 di Gedung Telkom, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/10/2017).

"Kreativitas itu harus jalan terus tapi jangan sampai tidak memperhatikan sisi fungsionalnya. (Jangan) Hanya emosional semata," kata Dimas.

(Baca: Markplus Ajak UKM Naik Kelas Jadi Besar)

Dia mencontohkan, melalui kreativitas, ada UKM yang menjual produk martabak tapi mematok harga selangit. Dan produk tersebut laku dijual karena pembeli bukan ingin mendapatkan rasa kenyang tetapi menikmati kreativitasnya.

"Sekarang, harga martabak seporsi ada yang sampai Rp 200 ribu. ‎Saya khawatir, nanti ada martabak harganya Rp 3 juta, isinya emas," selorohnya.

Dimas mengharapkan, UKM bisa melihat peluang pasar yang ada dan tidak hanya mengutamakan kreativitas.

"‎Pelaku UMK harus melihat peluang dan jangan sampai salah dalam melihat peluang ini," kata dia.

Pada ‎kesempatan itu, Executive Vice President (EVP) Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Joko Raharjo‎, juga memberikan dukungannya terhadap perkembangan UKM.

(Baca: Gebyar UKM Indonesia Kembali Hadir di 18 Kota Utama Indonesia)

Satu di antaranya, membantu UKM mendapatkan jaringan internet agar bisa go digital.

"‎UKM harus bisa go digital. Kami terkadang juga mengundang UKM agar bisa berkembang dan mandiri. Bahkan, ada UKM batik di Jateng yang transaksi online-nya mencapai Rp 5 miliar sehari," jelasnya.

Bagi UKM yang tidak memiliki marketplace, pihaknya juga memberikan kemudahan ‎agar bisa mengakses pasar lebih luas.

"Bagi UKM yang tidak punya marketplace‎, bisa menggunakan www.blanja.com untuk mendukung penjualan," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved